Selasa, 25 Juni 2013

laporan praktikum perancangan pabrik bab 1 - 3


LAPORAN PRAKTIKUM
PERANCANGAN PABRIK


logo-baru-ub-ftp



                                                    Anggota       :
                               Danang Banyu P.         (105100300111039)
                               Nike Shelvi Y. S.          (105100300111045)
                               Nur Amalia M.              (105100301111001)
                               Merinda Denok N.D.    (105100307111004)
                                                    Asisten        : Teny
                                                    Kelompok    : 23



JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2013




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pangan, makanan, dan gizi merupakan bagian penting dari kehidupan manusia, yang sebagian besar dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan lingkungan, yang sangat erat kaitannya dengan kesehatan dan penyakit. Pola konsumsi makanan, yang sebagian besar dipengaruhi oleh faktor sosial-budaya. Faktor-faktor tersebut lebih spesifik lagi di antaranya adalah pengetahuan, nilai, norma, kepercayaan, sikap, dan perilaku, khususnya yang berkaitan dengan perubahan gaya hidup, selera, dan gengsi, baik di daerah perdesaan maupun perkotaan. Kehidupan yang serba modern mendorong masyarakat cenderung lebih menginginkan segala sesuatu yang praktis, termasuk dalam segi bahan pangan.
Mie (noodle) adalah salah satu produk pangan yang terbuat dari tepung dan menyerupai tali yang berasal dari Cina, yang telah lama dikenal masyarakat luas. Semakin berkembangkangnya teknologi, terciptalah mie dalam bentuk kering yang memiliki umur simpan lama dan varian rasa yang menarik. Mie ini telah dikenal di kalangan masyarakat sebagai mie instan. Mie instan merupakan suatu jenis makanan hasil olahan tepung yang dikemas dalam bentuk kering. Mie instan dinilai memiliki potensi besar di era sekarang karena kepraktisan pengolahannya. Mie instan juga lebih tahan lama sehingga dapat disimpan untuk waktu yang lama. Selain itu mie instan juga memiliki rasa yang menggoda dengan bumbu-bumbu yang tersedia. sehingga lebih praktis dan tahan lama. Harganya yang murah membuat mie instan dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.
Pada saat ini, industri mie instan adalah salah satu sektor industri pangan yang sudah cukup pesat perkembangannya dan memiliki prospek yang baik. Perkembangan industri mie instan dapat dilihat dari beberapa faktor. Faktor pertama adalah dilihat dari jumlah konsumsi mie instan per kapita di Indonesia yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Meningkatnya jumlah konsumsi mie instan memberikan kesan bahwa industri mie instan merupakan industri yang tahan krisis dan memiliki peluang yang lebih besar pada masa yang datang. Faktor kedua adalah meningkatnya jumlah perusahaan yang menjadi produsen mie instan di Indonesia. Faktor ketiga adalah meningkatnya volume produksi mie instan setiap tahunnya.
Mendirikan pabrik mie merupakan pilihan yang baik untuk berusaha. Tujuan berdirinya suatu perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang optimal dalam jangka panjang. sehingga memungkinkan perusahaan tersebut untuk dapat terus maju serta mempertahankan eksistensinya untuk terus berkompetisi dengan para pesaing. Dengan memperhatikan peluang yang ada, pendirian PT Good Noodle diharapkan dapat menjadi pabrik mie yang mampu terus berkembang.

1.2 Tujuan
Pembuatan produk mie instan oleh PT Good Noodle memiliki beberapa tujuan, diantaranya adalah:
a.   memperoleh keuntungan dan mempertahankan eksistensi bagi perusahaan
b.   menciptakan produk mie instan yang memiliki cita rasa istimewa dengan harga yang terjangkau
c.   menciptakan produk mie instan yang bukan hanya praktis tapi juga bergizi


BAB II
GAMBARAN PRODUK
2.1 Deskripsi Produk
   Mie instan harus dikemas untuk melindungi bahan dari kerusakan fisik akibat tekanan, melindungi produk dari cemaran, serta memudahkan penyimpanan, pengangkutan dan distribusi. Selain itu, kemasan dapat dijadikan alat pemikat bagi pembeli. Kemasan dapat juga menjadi media informasi tentang produk yang dikemas, cara penggunaan, serta informasi komposisi isinya. Dengan kemasan yang tepat, produk mi akan dapat dlindungi dari pengaruh lingkungan yang dapat mempercepat kerusakan dan mempersingkat umur simpannya.  Pada penegemasan mie instan dapat digunakan plastik jenis polipropilen atau polietilen. Kemasan tersebut hanya dipakai sekali. Dalam penggunaannya  plastik jenis ini dilapisi dengan Oriented Poly-Propilen (OPP) sehingga tahan terhadap berbagai jenis kerusakan. Polipropilen merupakan salah satu jenis plastik yang sangat baik bagi tubuh manusia. Plastik ini mampu menahan kimia meski dipanaskan dalam suhu tinggi.
Bahan baku adalah bahan yang membentuk bagian integral produk jadi. Bahan baku yang diolah dalam perusahaan manufaktur dapat diperoleh dari pembelian lokal, pembelian import atau dari pengolahan sendiri. Bahan baku perlu mendapat perhatian ekstra dari perusahaan, karena bahan baku sangat menentukan mutu produk mie instan itu sendiri. Adapun jenis-jenis bahan baku terdiri dari bahan baku langsung dan tak langsung.
Bahan baku langsung adalah semua bahan baku yang merupakan bagian daripada barang jadi yang dihasilkan. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan mentah langsung ini mempunyai hubungan yang erat dan sebanding dengan jumlah barang jadi yang dihasilkan. Bahan utama langsung  dalam pembuatan mie instan yaitu tepung terigu berprotein tinggi (kadar protein 11% - 13%). Tepung terigu ini diperoleh dari biji gandum yang digiling. Tepung terigu ini berfungsi membentuk struktur mie, sumber protein dan karbohidrat.
Bahan baku tak langsung adalah bahan baku yang ikut berperanan dalam proses produksi, tetapi tidak secara langsung tampak pada barang jadi yang dihasilkan. Tepung Tapioka dapat digunakan sebagai bahan alternatif agar mie tetap kenyal, dan tidak lengkat saat dicetak. Dari segi hargapun tepung tapioka lebih murah dibanding dengan tepung terigu. Garam berperan dalam memberi rasa, memperkuat tekstur mie, meningkatkan fleksibilitas dan elastisitas mie serta mengikat air. Garam dapat menghambat aktivitas enzim protease dan amilase sehingga pasta tidak bersifat lengket dan tidak mengembang secara berlebihan. Air alkali dalam pembuatan mie instant berfungsi untuk mempercepat pengikatan gluten, menguatkan adonan agar dapat mengembang dengan baik, meningkatkan kehalusan tekstur mie, serta memperbaiki kekenyalan mie.  minyak berfungsi sebagai medium penghantar panas, menambah rasa gurih dan kalori dalam bahan. Minyak sayur adalah bahan yang digunakan sebagai campuran dengan bwang putih dan bawang merah untuk menjadi minyak bumbu.Bawang Putih dan Bawang Merah merupakan bahan segar yang akan diproses menjadi serbuk bumbu. Kecap digunakan sebagai bahan pelengkap  Saos  dan serbuk cabe akan dikemas bersama bahan lain seperti kecap, minyak bumbu, dan serbuk bumbu sebgai bahan pelengkap dalam mie instan. Tartazine untuk memberi warna khas mie. Asam benzoat merupakan pengawet makanan yang berguna untuk menambah daya simpan mie
   Jenis tepung terigu berdasarkan kandungan proteinnya yakni Cakra Kembar, Segitiga Biru, dan Kunci Biru. Cakra Kembar yakni tepung yang memiliki protein tinggi dan baik digunakan untuk roti serta olahan mie disebabkan hasil roti akan mengembang dan hasil mie akan kental dan tidak mudah putus. Segitiga Biru yakni tepung protein sedang untuk aneka makanan. Dan tepung kunci biru merupakan tepung rendah  protein yang baik untuk kue kering. Dalam hal ini PT. Good Noodle akan mengunakan tepung jenis Cakra Kembar.
            Sumber bahan baku diperoleh dari suplier pabrik tepung Cakra Kembar Bogasari  Indofood. Bogasari telah memproduksi tepung terbaik untuk mie dengan daya serap air lebih tinggi, tepung Cakra Kembar memastikan mie akan menjadi kenyal dan nikmat.
   Produk PT. Good Noodle akan didistribusikan ke seluruh penjuru tanah air, dan diekspor ke Negara lain. Tujuan distribusi yakni agar konsumen lebih mudah menemui serta mencoba produk kami.
  Segmentasi pasar berdasarkan Geografi  mayoritas produk-produk mie instan  cocok untuk seluruh daerah di Indonesia, karena mie instant sesuai untuk daerah dataran tinggi maupun rendah. Bahkan ada beberapa produk mie yang sudah memiliki pasar di luar negeri, artinya produk mie tersebut cocok bagi segala keadaan geografis apapun. Kepadatan penduduk di indonesia merupakan pasar tersendiri bagi rasa mie kerena penduduk di daerah padat (di kota) identik dengan kesibukan yang tinggi sehingga membutuhkan produk yang praktis dan tidak memekan waktu yang banyak.
Secara Demografis Masyarakat yang menjadi segmen dari mie instan bila di lihat dari demografis usia adalah anak-anak berumur 2 tahun hingga lanjut usia bisa mengkonsumsi mie instan. Produk ini lebih cocok dikonsumsi oleh orang dewasa yang membutuhkan kepraktisan dalam memasak . Rasa mie tersebut cocok bagi semua agama yang ada di Indonesia termasuk agama islam, sebab semua produk tersebut sudah melalui pemeriksaan oleh tim MUI yang memberikan sertifikat halal bagi mie-mie tersebut. Jadi sudah tidak ada masalah lagi bagi semua agama. Rasa mie  ini ditujukan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah,namun dalam kehidupan realita masyarakat semua kelas sosial mengkonsumsi makanan ini. Produk mie tidak memiliki ciri khusus untuk segmentasi psikografis. Produk kami ditujukan bagi masyarakat yang memiliki gaya hidup praktis.


                        Kemasan Produk







2.2 Analisa SWOT
             
           
               Faktor Eksternal


Opportunity (O)
melakukan diferensiasi terhadap produk lain.
Melihat minat konsumen terhadap mie instan yang sudah ada.

Threat (T)
Ketatnya persaingan dalam mempromosikan dan mengiklankan produk yang sudah mempuyai brand terkenal.
Tidak focus pada satu jenis produk
 Terlalu banyaknya inovasi yang mengurang minat pembeli terhadap produk.
    Faktor Internal


Strengh (S)
Nilai gizi yang lebih tinggi.
Keamanan kemasan yang sudah terjamin seperti brand yang sudah ada sebelumnya.
Berbagai bentuk mie yang ditawarkan untuk menarik minat konsumen.
Biaya produksi yang rendah.
Harga yang relatif lebih terjangkau dari mie instan yang sudah ada.
Bumbu yang diracik lebih alami memberi nilai tambah untuk rasa mie yang ditawarkan.
Jangkauan pasar yang luas.
Strategi S – O

Minat konsumen terhadap mie instan yang tinggi di dukung dengan nilai gizi yang tinggi serta kemasan dan bentuk mie, harga yang terjangkau dan bumbu yang alami meningkatkan daya tarik yang kuat bagi konsumen





Strategi S-T

Ketatnya persaingan, serta banyaknya competitor melakukan inovasi produk dapat di minimalisir dengan harga yang relative lebih terjangkau daripada competitor serta penawaran bentuk mie yang beraneka ragam dapat menjadi kekuatan utama untuk menghadapi ancaman
Weakness (W)
Terlalu banyak pesaing yang sudah mempunyai brand
Pengetahuan konsmumen


Strategi W-O
Melakukan diverensiasi terhadap competitor dapat meminimalkan kelemahan ditambah dengan melihat minat konsumen terhadap mie instan yang tinggi
Strategi W-T
Ketatnya promosi, inovasi dan banyaknya pesain dapat di atasi dengan peningkatan strategi marketing yang baik untuk meningkatkan pengetahuan konsumen terhadap good noodle. Dan ditambah inovasi bentuk mie meningkatkan minat pembeli








BAB III
PEMILIHAN LOKASI

3.1 Faktor Penentu Lokasi
Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan lokasi industri, diantaranya sebagai berikut:
Bahan baku merupakan kebutuhan  pokok yang harus dipenuhi dalam kegiatan industi, sehingga keberadaannya harus selalu tersedia dalam jumlah yang besar demi kelancaran dan keberlanjutan proses produksi. Apabila bahan baku yang dibutuhkan industry, cadangannya cukup besar dan banyak ditemukan maka akan mempermudah dan memperbanyak pilihan atau alternative penempatan lokasi industry. Apabila bahan mentah yang dibutuhkan industry cadangannya terbatas dan hanya di temukan di tempat tertentu saja maka akan menyebabkan biaya operasional semakin tinggi. Maka diperlukan lokasi yang dekat dengan bahan baku. Akan tetapi keberadaan bahan baku ditambahan sangatlah dekat didukung dengan mudahnya sumber energy. Dalam kegiatan industri sangat membutuhkan energy untuk menggerakkan mesin-mesin  produksi, misalnya : listrik, air dan lainnya. Suatu industry yang banyak membutuhkan energy, umumnya mendekati tempat-tempat yang menjadi sumber energy tersebut. Pabrik mie instan sangat tergantung pada berbagai sumber salah satunya listrik dan air, kedua sumber tersebut sangat mempengaruhi proses produksi industry. Didukung dengan banyaknya Pasar sebagai komponen yang sangat penting dalam memudahkan produsen mendapatkan bahan baku produk, sebab pasar sebagai sarana untuk memasarkan atau menjual produk yang dihasilkan. lokasi suatu industry diusahakan sedekat mungkin menjangkau konsumen, agar hasil produksi mudah dipasarkan.   Pada pembuatan mie instan lokasi bahan baku yang berupa tepung tapioca terletak di Surabaya hal tersebut membutuhkan biaya transportasi, Akan tetapi dengan berbagai pertimbangan lainnya sebagai factor penentu lokasi
Jarak supplier seperti bawang putih, bawang merah, cabe dan lain-lain sangatlah mudah didapatkan karena perusahaan kami terbuka bagi supplier akan datang membawa bahan masuk akan tetapi harus sesuai dengan spesifikasi yang berlaku. Seperti kita ketahui daerah malang merupakan daerah yang mayoritas penduduknya pernghasil bahan pertanian sehingga didaerah tersebut sangat mudah untuk menemukan berbagai macam bahan tambahan khususnya bahan pertanian
Kegiatan industry harus ditunjang oleh kemudahan sarana transportasi dan perhubungan. Hal tersebut untuk melancarkan pasokan bahan baku dan menjamin distribusi pemasaran produk yang dihasilkan. Daerah malang merupakan khawasan yang tergolong mudah dalam transportasi khususnya transportasi darat.
Pembuangan limbah dilakukan untuk mencegah atau mengurangi dampak penurunan kualitas lingkungan yang diakibatkan oleh proses produksi. Pengelolaan dilakukan pada limbah padat, cair da gas. peningkatan kadar debu dan kebisingan. Sehingga sebelum dilakuka pembuangan terhadap proses di end of pipe yang menjaga lingkungan.
Perusahaan dengan masyarakat diusahaakan memiliki usaha yang baik terutama pada lingkungan hidup dimana perusahaan berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup dan menjaga hak-hak hidup masyarakat, selain itu hubungan secara sosial juga terjalin dengan menerima pekerja dari ranah lingkungan tempat perusahaan berdiri.
Tenaga kerja merupakan tulang punggung dalam menjaga kelancaran proses produksi, baik jumlah maupun keahliannya. Adakalanya suatu industry membutuhkan tenaga kerja yang banyak, walaupun kurang berpendidikan. Tetapi ada pula industry yang membutuhkan tenaga-tenaga kerja yang berpendidikan dan terampil. Dengan demikian, penempatan lokasi industri berdasarkan tenaga kerja sangat tergantung pada jenis dan karakteristik kegiatan industrinya. Dalam industri mie instan kami memerlukan tenaga kerja yang banyak dalam hal berpendidikan dan terampil. Penentuan lokasi yang tepat selain dekat dengan bahan baku, penentuan lokasi terpenting berikutnya yakni manajemen sumber daya yang handal
Pemasaran dilakukan dengan menjamah pasar local yaitu dengan menyediakan stock dikalagan pasar traditional, hypermat serta  franchisemart   yang tersebar dibanyak tempat di jawa dan di Indonesia. Selain itu juga melakukan penjualan di took-toko klontong yang ada di daerah untuk lebih mengenalkan product ini kepada masyarakat
Kalangan pelaku usaha meminta adanya dukungan dari pemerintah. Dukungan ini terutama dalam bentuk kebijakan fiscal dan infrastruktur. Kebijakan di bidang fiscal dapat ditetapkan dalam bentuk instrument fiscal yang sifatnya intensif bagi investasi yang didukung pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara tu kebijakan infranstruktur dapat diterapkan dengan perbaikan serta percepatan pembangunan berbagai infrastruktur dasar untuk mendukung industry. Untuk memulai revolusi infrastruktur ini pemerintah dituntut mengambil langkah berani melalui satu proyek mercusuar di bidang infrastruktur.
            Good noodle sebagai market follower jelas memiliki pesaing yang suda ada dan merupakan pemain lama dalam bisnis ini. Tetapi dengan sistem pemasaran yang baik perusahaan ini berharap menjadi salah satu perusahaan pembuat mie yang dapat diterima di masyarakat dan dapat bersaing.
Site karacteristic  yang dimaksud yakni segala sesuatu yang ada disekitarnya yang dapat menunjang kelancaran produksi. Suatu lokasi industry yang kurang mendukung, seperti keamanan dan ketertiban, jarak ke pemukiman, struktur batuan tidak stabil, iklim yang kurang cocok, terbatasnya sumber air dan lain-lain, berbagai permasalahan kondisi lingkungan tersebut dapat menghambat keberlangsungan kegiatan industry. Dalam pemilihan lokasi pabrik mie instan diperlukan kondisi yang baik yakni lingkungan yang keamanan dan tertib, serta kondisi lingkungan yang stabil dan memiliki iklim cocok, sehingga sumber daya air dan lain-lain dapat berjalan sebagaimana mestinya

3.2 Lokasi Perusahaan        
a. Faktor – faktor secara rasional
Lokasi perusahaan terletak di daerah malang bagian selatan area kepanjen, diketahui bahwa malang merupakan sebuah kota di provinsi jawa timur, Indonesia. Kota ini berada di dataran tinggi yang cukup sejuk, terletak 90 km sebelah selatan kota Surabaya. Malang merupakan kota pelajar dengan jumlah penduduk kota malang 820.243 pada tahun 2010. Dengan tingkat pertumbuhan 3,9% per tahun. Kodisi suhu berkisar 22,2 0C -24,5 0C. Sedangkan untuk suhu maksimum mencapai 32,30C dan suhu minimum 17,8 0C. Rata-rata kelembaban udara berkisar 74% - 82%.  Dengan kelembaban maksimum 97% dan minimum mencapai 37%. Keadaan tanah di wilayah kota Malang bagian  selatan merupakan dataran tinggi yang cukup luas cocok untuk industri.  Daerah Malang selatan  memiliki banyak keuntungan didukung dengan kondisi suhu, iklim, serta cuaca yang baik serta keuntungan lainnya yakni dekat dengan bahan baku. Kita ketahui bahwa malang merupakan kota penghasil pertanian, banyaknya pasar murah yang terdapat di Malang menjadikan alternatif pilihan yang tepat, dengan tingginya pertumbuhan penduduk di kota Malang disertai dengan banyaknya perguruan tinggi yang dibangun di daerah ters ebut dapat dipastikan bahwa sumber daya manusia khususnya di daerah tersebut sangatlah baik, terlebih terdapat perangkat hukum yang tegas seperti perangkat hukum dalam peraturan dan perundang-undangan demi menjalin kepastian berusaha dan kelangsungan industri. UMR di kota malang hanya 1.340.300, nilai tersebut lebih kecil dari kota Surabaya, Gresik, Pasuruan, Sidoarjo,dan Mojokerto. Dengan adanya UMR tersebut perusahaan dapat menghemat pengeluaran berupa gaji pegawai dengan potensi sumber manusia yang baik. Keuntungan lainnya sumber energi mudah didapatkan seperti listrik dan air.  Transportasi  kota Malang dilalui jalur kereta api Surabaya-Malang-Blitar-Kediri-Kertosono, baik kereta api ekonomi bisnis maupun eksekutif. Untuk jalur bus, terminal Arjosari merupakan terminal terbesar di Malang, dan beberapa terminal lainnya seperti Gadang dan Landung Sari. Akan tetapi transportasi tersebut tak semudah dulu khusus untuk perjalanan dari Malang ke Surabaya terjadi kemacetan lalu lintas yang nantinya akan menghambat lamanya produk sampai ke konsumen. Berdasarkan beberapa informasi tersebut dapat diketahui bahwa Malang bagian selatan  memiliki potensi yang optimal dalam mendirikan sebuah pabrik mie instan.

            Pemilihan alternative ke dua terletak di daerah Surabaya. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, dengan jumlah penduduk metropolisnya yang mencapai 3 juta jiwa, Surabaya merupakan pusat bisnis, pedagangan, industry dan pendidikan di kawasan Indonesia timur,  Surabaya terletak di tepi pantai utara provinsi jawa timur. Wilayahnya berbatasan dengan selat Madura di utara dan timur, kabupaten sidoharjo di selatan serta kabupaten gresik di barat. Surabaya berada pada dataran rendah, ketinggian antara 3-6 m diatas permukaan laut kecuali di bagian selatan terdapat 2 bukit landai yaut di daerah lidah dan gayungan ketinggiannya antara 20 – 50 m diatas permukaan laut dan di bagian barat sedikit bergelombang. Surabaya terdapat muara kali mas. Surabaya merupakan pusat transportasi darat di bagian timur pulau jawa, yakni pertemuan dari sejumlah jalan raya yang menghubungkan Surabaya dengan kota-kota lainnya.  Akan tetapi transportasi di Surabaya memiliki kelemahan yakni sering terjadinya kemacetan yang nantinya akan menghambat distribusi produk



Berdasarkan beberapa keterangan diatas dapat diketahui bobot skor penentuan lokasi pabrik
Faktor-faktor Relevan
Bobot (Faktor)
Malang
Surabaya
Skor
Bobot Skor
Skor
Bobot Skor
Keberadaan BB
0.11
50
5.5
75
8.25
Jarak Supplier
0.08
75
6
50
4
Transportasi
0.15
75
11.25
50
7.5
Infrastruktur
0.03
60
1.8
80
2.4
Pembuangan Limbah
0.05
80
4
45
2.25
Hubungan Masyarakat
0.12
70
8.4
60
7.2
Tenaga Kerja/ SDM
0.1
70
7
80
8
Pemasaran
0.1
80
8
85
8.5
Dukungan Pemerintah
0.07
80
5.6
75
5.25
Pesaing
0.09
90
8.1
50
4.5
Site Characteristic
0.1
90
9
40
4
Total
1

74.65

61.85
Tabel 3.1 Bobot  Skor Penentuan Lokasi Pabrik
            Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa bobot skor di Malang yaitu 74.65 lebih besar dibandingkan bobot skor di Surabaya yaitu, 61.85 oleh karena itu lokasi yang dipilih untuk mendirikan pabrik PT. Good Noodle adalah malang

b. Peta Lokasi
   PT. Good Noodle berlokasi di daerah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Peta lokasi dapat dilihat pada gambar di bawah:


0 komentar:

Posting Komentar