LAPORAN PRAKTIKUM
PERANCANGAN
PABRIK

Anggota :
Danang Banyu P. (105100300111039)
Nike Shelvi Y. S. (105100300111045)
Nur Amalia M. (105100301111001)
Merinda Denok N.D. (105100307111004)
Asisten
: Teny
Kelompok
: 23
JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pangan, makanan, dan gizi merupakan
bagian penting dari kehidupan manusia, yang sebagian besar dipengaruhi oleh
faktor sosial, budaya, dan lingkungan, yang sangat erat kaitannya dengan
kesehatan dan penyakit. Pola konsumsi makanan, yang sebagian besar dipengaruhi
oleh faktor sosial-budaya. Faktor-faktor tersebut lebih spesifik lagi di
antaranya adalah pengetahuan, nilai, norma, kepercayaan, sikap, dan perilaku,
khususnya yang berkaitan dengan perubahan gaya hidup, selera, dan gengsi, baik
di daerah perdesaan maupun perkotaan. Kehidupan yang serba modern mendorong
masyarakat cenderung lebih menginginkan segala sesuatu yang praktis, termasuk
dalam segi bahan pangan.
Mie (noodle) adalah salah
satu produk pangan yang terbuat dari tepung dan menyerupai tali yang berasal
dari Cina, yang telah lama dikenal masyarakat luas. Semakin berkembangkangnya
teknologi, terciptalah mie dalam bentuk kering yang memiliki umur simpan lama
dan varian rasa yang menarik. Mie ini telah dikenal di kalangan masyarakat
sebagai mie instan. Mie instan merupakan suatu jenis makanan hasil olahan
tepung yang dikemas dalam bentuk kering. Mie instan dinilai memiliki potensi
besar di era sekarang karena kepraktisan pengolahannya. Mie instan juga lebih
tahan lama sehingga dapat disimpan untuk waktu yang lama. Selain itu mie instan
juga memiliki rasa yang menggoda dengan bumbu-bumbu yang tersedia. sehingga
lebih praktis dan tahan lama. Harganya yang murah membuat mie instan dapat
dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.
Pada saat ini, industri mie instan
adalah salah satu sektor industri pangan yang sudah cukup pesat perkembangannya
dan memiliki prospek yang baik. Perkembangan industri mie instan dapat dilihat
dari beberapa faktor. Faktor pertama adalah dilihat dari jumlah konsumsi mie
instan per kapita di Indonesia yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Meningkatnya jumlah konsumsi mie instan memberikan kesan bahwa industri mie
instan merupakan industri yang tahan krisis dan memiliki peluang yang lebih
besar pada masa yang datang. Faktor kedua adalah meningkatnya jumlah perusahaan
yang menjadi produsen mie instan di Indonesia. Faktor ketiga adalah
meningkatnya volume produksi mie instan setiap tahunnya.
Mendirikan pabrik mie merupakan
pilihan yang baik untuk berusaha. Tujuan berdirinya suatu perusahaan adalah
untuk memperoleh laba yang optimal dalam jangka panjang. sehingga memungkinkan
perusahaan tersebut untuk dapat terus maju serta mempertahankan eksistensinya
untuk terus berkompetisi dengan para pesaing. Dengan memperhatikan peluang yang
ada, pendirian PT Good Noodle diharapkan dapat menjadi pabrik mie yang mampu
terus berkembang.
1.2 Tujuan
Pembuatan produk mie instan oleh PT
Good Noodle memiliki beberapa tujuan, diantaranya adalah:
a.
memperoleh keuntungan dan mempertahankan eksistensi bagi perusahaan
b.
menciptakan produk mie instan yang memiliki cita rasa
istimewa dengan harga yang terjangkau
c.
menciptakan produk mie instan yang bukan hanya praktis
tapi juga bergizi
BAB
II
GAMBARAN
PRODUK
2.1 Deskripsi Produk
Mie instan harus dikemas untuk melindungi
bahan dari kerusakan fisik akibat tekanan, melindungi produk dari cemaran,
serta memudahkan penyimpanan, pengangkutan dan distribusi. Selain
itu, kemasan dapat
dijadikan alat pemikat bagi pembeli. Kemasan dapat juga menjadi media informasi
tentang produk yang dikemas, cara penggunaan, serta informasi komposisi isinya.
Dengan kemasan yang tepat, produk mi akan dapat dlindungi dari pengaruh
lingkungan yang dapat mempercepat kerusakan dan mempersingkat umur simpannya. Pada penegemasan mie instan dapat digunakan plastik jenis
polipropilen atau polietilen. Kemasan tersebut hanya dipakai sekali. Dalam
penggunaannya plastik jenis ini dilapisi dengan Oriented Poly-Propilen
(OPP) sehingga
tahan terhadap berbagai jenis kerusakan. Polipropilen merupakan salah satu
jenis plastik
yang sangat baik bagi tubuh manusia. Plastik ini mampu menahan kimia meski
dipanaskan dalam suhu tinggi.
Bahan baku adalah bahan yang membentuk bagian
integral produk jadi. Bahan baku yang diolah dalam perusahaan manufaktur dapat
diperoleh dari pembelian lokal, pembelian import atau dari pengolahan sendiri. Bahan baku perlu mendapat perhatian ekstra dari
perusahaan, karena bahan baku sangat menentukan mutu produk mie instan itu
sendiri. Adapun jenis-jenis bahan baku terdiri dari bahan baku
langsung dan tak langsung.
Bahan
baku langsung adalah semua bahan baku yang merupakan bagian daripada barang
jadi yang dihasilkan. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan mentah
langsung ini mempunyai hubungan yang erat dan sebanding dengan jumlah barang
jadi yang dihasilkan. Bahan utama
langsung dalam pembuatan mie instan yaitu tepung terigu
berprotein tinggi (kadar protein 11% - 13%). Tepung terigu ini diperoleh dari
biji gandum yang digiling. Tepung terigu ini berfungsi membentuk struktur mie,
sumber protein dan karbohidrat.
Bahan
baku tak langsung adalah bahan baku yang ikut berperanan dalam proses produksi,
tetapi tidak secara langsung tampak pada barang jadi yang dihasilkan. Tepung Tapioka dapat digunakan sebagai bahan alternatif agar mie tetap
kenyal, dan tidak lengkat saat dicetak. Dari segi hargapun tepung tapioka lebih
murah dibanding dengan tepung terigu. Garam berperan dalam memberi rasa,
memperkuat tekstur mie, meningkatkan fleksibilitas dan elastisitas mie serta
mengikat air. Garam dapat menghambat aktivitas enzim protease dan amilase
sehingga pasta tidak bersifat lengket dan tidak mengembang secara berlebihan.
Air alkali dalam pembuatan mie instant berfungsi untuk mempercepat pengikatan
gluten, menguatkan adonan agar dapat mengembang dengan baik, meningkatkan
kehalusan tekstur mie, serta memperbaiki kekenyalan mie. minyak
berfungsi sebagai medium penghantar panas, menambah rasa gurih dan kalori dalam
bahan. Minyak sayur adalah bahan yang digunakan sebagai campuran dengan bwang
putih dan bawang merah untuk menjadi minyak bumbu.Bawang Putih dan Bawang Merah merupakan bahan segar yang akan diproses menjadi serbuk
bumbu.
Kecap digunakan sebagai bahan pelengkap Saos dan serbuk cabe akan dikemas bersama bahan
lain seperti kecap, minyak bumbu, dan serbuk bumbu sebgai bahan pelengkap dalam
mie instan. Tartazine untuk
memberi warna khas mie. Asam
benzoat merupakan pengawet makanan yang
berguna untuk menambah daya simpan mie
Jenis tepung terigu berdasarkan kandungan
proteinnya yakni Cakra
Kembar, Segitiga Biru, dan Kunci Biru. Cakra Kembar yakni tepung yang memiliki
protein tinggi dan baik digunakan untuk roti serta olahan mie disebabkan hasil
roti akan mengembang dan hasil mie akan kental dan tidak mudah putus. Segitiga Biru yakni tepung protein sedang untuk
aneka makanan. Dan tepung kunci biru merupakan tepung rendah protein yang baik untuk kue kering. Dalam hal
ini PT. Good Noodle akan mengunakan tepung jenis Cakra Kembar.
Sumber bahan baku diperoleh dari suplier pabrik tepung Cakra Kembar Bogasari Indofood. Bogasari telah memproduksi tepung
terbaik untuk mie dengan daya serap air lebih tinggi, tepung Cakra Kembar memastikan mie akan menjadi
kenyal dan nikmat.
Produk
PT. Good Noodle akan didistribusikan ke seluruh penjuru tanah air, dan diekspor
ke Negara lain. Tujuan distribusi yakni agar konsumen lebih mudah menemui serta
mencoba produk kami.
Segmentasi pasar berdasarkan Geografi mayoritas produk-produk mie instan
cocok untuk seluruh daerah di Indonesia, karena mie instant sesuai untuk
daerah dataran tinggi maupun rendah. Bahkan ada beberapa produk mie yang sudah
memiliki pasar di luar negeri,
artinya produk mie tersebut cocok bagi segala keadaan geografis apapun. Kepadatan
penduduk di indonesia merupakan pasar tersendiri bagi rasa mie kerena penduduk di daerah padat (di kota) identik
dengan kesibukan yang tinggi sehingga membutuhkan produk yang praktis dan tidak
memekan waktu yang banyak.
Secara Demografis Masyarakat yang
menjadi segmen dari mie instan bila di lihat dari demografis usia adalah
anak-anak berumur 2 tahun hingga lanjut usia bisa mengkonsumsi mie instan.
Produk ini lebih cocok dikonsumsi oleh orang dewasa yang membutuhkan
kepraktisan dalam memasak . Rasa mie
tersebut cocok bagi semua agama yang ada di Indonesia termasuk agama islam,
sebab semua produk tersebut sudah melalui pemeriksaan oleh tim MUI yang
memberikan sertifikat halal bagi
mie-mie tersebut. Jadi sudah tidak ada masalah lagi bagi semua agama. Rasa mie
ini ditujukan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah,namun dalam
kehidupan realita masyarakat semua kelas sosial mengkonsumsi makanan ini. Produk
mie tidak memiliki
ciri khusus untuk segmentasi psikografis. Produk kami ditujukan bagi masyarakat yang
memiliki gaya hidup praktis.

Kemasan Produk
2.2 Analisa SWOT
Faktor Eksternal
|
Opportunity (O)
melakukan
diferensiasi terhadap produk lain.
Melihat
minat konsumen terhadap mie instan yang sudah ada.
|
Threat (T)
Ketatnya
persaingan dalam mempromosikan dan mengiklankan produk yang sudah mempuyai
brand terkenal.
Tidak
focus pada satu jenis produk
Terlalu banyaknya inovasi yang
mengurang minat pembeli terhadap produk.
|
|
Faktor Internal
|
|
|
|
Strengh (S)
Nilai
gizi yang lebih tinggi.
Keamanan
kemasan yang sudah terjamin seperti brand yang sudah ada sebelumnya.
Berbagai
bentuk mie yang ditawarkan untuk menarik minat konsumen.
Biaya
produksi yang rendah.
Harga
yang relatif lebih terjangkau dari mie instan yang sudah ada.
Bumbu
yang diracik lebih alami memberi nilai tambah untuk rasa mie yang ditawarkan.
Jangkauan
pasar yang luas.
|
Strategi S – O
Minat konsumen terhadap mie instan
yang tinggi di dukung dengan nilai gizi yang tinggi serta kemasan dan bentuk
mie, harga yang terjangkau dan bumbu yang alami meningkatkan daya tarik yang
kuat bagi konsumen
|
Strategi S-T
Ketatnya persaingan, serta
banyaknya competitor melakukan inovasi produk dapat di minimalisir dengan
harga yang relative lebih terjangkau daripada competitor serta penawaran
bentuk mie yang beraneka ragam dapat menjadi kekuatan utama untuk menghadapi
ancaman
|
|
Weakness (W)
Terlalu
banyak pesaing yang sudah mempunyai brand
Pengetahuan
konsmumen
|
Strategi W-O
Melakukan diverensiasi terhadap
competitor dapat meminimalkan kelemahan ditambah dengan melihat minat
konsumen terhadap mie instan yang tinggi
|
Strategi W-T
Ketatnya promosi, inovasi dan
banyaknya pesain dapat di atasi dengan peningkatan strategi marketing yang
baik untuk meningkatkan pengetahuan konsumen terhadap good noodle. Dan
ditambah inovasi bentuk mie meningkatkan minat pembeli
|
BAB III
PEMILIHAN LOKASI
3.1
Faktor Penentu Lokasi
Beberapa
faktor yang harus
dipertimbangkan dalam menentukan lokasi industri, diantaranya sebagai berikut:
Bahan baku merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi dalam kegiatan
industi, sehingga keberadaannya harus selalu tersedia dalam jumlah yang besar
demi kelancaran dan keberlanjutan proses produksi. Apabila bahan baku yang
dibutuhkan industry, cadangannya cukup besar dan banyak ditemukan maka akan
mempermudah dan memperbanyak pilihan atau alternative penempatan lokasi
industry. Apabila bahan mentah yang dibutuhkan industry cadangannya terbatas
dan hanya di temukan di tempat tertentu saja maka akan menyebabkan biaya
operasional semakin tinggi. Maka diperlukan lokasi yang dekat dengan bahan baku.
Akan tetapi keberadaan bahan baku ditambahan sangatlah dekat didukung dengan
mudahnya sumber energy. Dalam kegiatan industri sangat membutuhkan energy untuk
menggerakkan mesin-mesin produksi,
misalnya : listrik, air dan lainnya. Suatu industry yang banyak membutuhkan
energy, umumnya mendekati tempat-tempat yang menjadi sumber energy tersebut.
Pabrik mie instan sangat tergantung pada berbagai sumber salah satunya listrik
dan air, kedua sumber tersebut sangat mempengaruhi proses produksi industry.
Didukung dengan banyaknya Pasar sebagai komponen yang sangat penting dalam memudahkan
produsen mendapatkan bahan baku produk, sebab pasar sebagai sarana untuk
memasarkan atau menjual produk yang dihasilkan. lokasi suatu industry
diusahakan sedekat mungkin menjangkau konsumen, agar hasil produksi mudah
dipasarkan. Pada pembuatan mie instan
lokasi bahan baku yang berupa tepung tapioca terletak di Surabaya hal tersebut
membutuhkan biaya transportasi, Akan tetapi dengan berbagai pertimbangan
lainnya sebagai factor penentu lokasi
Jarak supplier seperti bawang putih,
bawang merah, cabe dan lain-lain sangatlah mudah didapatkan karena perusahaan
kami terbuka bagi supplier akan datang membawa bahan masuk akan tetapi harus
sesuai dengan spesifikasi yang berlaku. Seperti kita ketahui daerah malang
merupakan daerah yang mayoritas penduduknya pernghasil bahan pertanian sehingga
didaerah tersebut sangat mudah untuk menemukan berbagai macam bahan tambahan
khususnya bahan pertanian
Kegiatan industry harus ditunjang oleh
kemudahan sarana transportasi dan perhubungan. Hal tersebut untuk melancarkan
pasokan bahan baku dan menjamin distribusi pemasaran produk yang dihasilkan.
Daerah malang merupakan khawasan yang tergolong mudah dalam transportasi
khususnya transportasi darat.
Pembuangan limbah dilakukan untuk
mencegah atau mengurangi dampak penurunan kualitas lingkungan yang diakibatkan
oleh proses produksi. Pengelolaan dilakukan pada limbah padat, cair da gas.
peningkatan kadar debu dan kebisingan. Sehingga sebelum dilakuka pembuangan
terhadap proses di end of pipe yang menjaga lingkungan.
Perusahaan dengan masyarakat
diusahaakan memiliki usaha yang baik terutama pada lingkungan hidup dimana
perusahaan berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup dan menjaga hak-hak
hidup masyarakat, selain itu hubungan secara sosial juga terjalin dengan
menerima pekerja dari ranah lingkungan tempat perusahaan berdiri.
Tenaga kerja merupakan tulang punggung
dalam menjaga kelancaran proses produksi, baik jumlah maupun keahliannya.
Adakalanya suatu industry membutuhkan tenaga kerja yang banyak, walaupun kurang
berpendidikan. Tetapi ada pula industry yang membutuhkan tenaga-tenaga kerja
yang berpendidikan dan terampil. Dengan demikian, penempatan lokasi industri
berdasarkan tenaga kerja sangat tergantung pada jenis dan karakteristik
kegiatan industrinya. Dalam industri mie instan kami memerlukan tenaga kerja
yang banyak dalam hal berpendidikan dan terampil. Penentuan lokasi yang tepat
selain dekat dengan bahan baku, penentuan lokasi terpenting berikutnya yakni manajemen
sumber daya yang handal
Pemasaran dilakukan dengan menjamah
pasar local yaitu dengan menyediakan stock dikalagan pasar traditional,
hypermat serta franchisemart yang tersebar dibanyak tempat di jawa dan di
Indonesia. Selain itu juga melakukan penjualan di took-toko klontong yang ada
di daerah untuk lebih mengenalkan product ini kepada masyarakat
Kalangan pelaku usaha meminta adanya
dukungan dari pemerintah. Dukungan ini terutama dalam bentuk kebijakan fiscal
dan infrastruktur. Kebijakan di bidang fiscal dapat ditetapkan dalam bentuk
instrument fiscal yang sifatnya intensif bagi investasi yang didukung
pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara tu kebijakan infranstruktur dapat
diterapkan dengan perbaikan serta percepatan pembangunan berbagai infrastruktur
dasar untuk mendukung industry. Untuk memulai revolusi infrastruktur ini
pemerintah dituntut mengambil langkah berani melalui satu proyek mercusuar di
bidang infrastruktur.
Good
noodle sebagai market follower jelas memiliki pesaing yang suda ada dan
merupakan pemain lama dalam bisnis ini. Tetapi dengan sistem pemasaran yang
baik perusahaan ini berharap menjadi salah satu perusahaan pembuat mie yang
dapat diterima di masyarakat dan dapat bersaing.
Site
karacteristic yang dimaksud yakni segala
sesuatu yang ada disekitarnya yang dapat menunjang kelancaran produksi. Suatu
lokasi industry yang kurang mendukung, seperti keamanan dan ketertiban, jarak
ke pemukiman, struktur batuan tidak stabil, iklim yang kurang cocok,
terbatasnya sumber air dan lain-lain, berbagai permasalahan kondisi lingkungan
tersebut dapat menghambat keberlangsungan kegiatan industry. Dalam pemilihan
lokasi pabrik mie instan diperlukan kondisi yang baik yakni lingkungan yang
keamanan dan tertib, serta kondisi lingkungan yang stabil dan memiliki iklim
cocok, sehingga sumber daya air dan lain-lain dapat berjalan sebagaimana
mestinya
3.2
Lokasi Perusahaan
a.
Faktor – faktor secara rasional
Lokasi
perusahaan terletak di daerah malang bagian selatan area kepanjen, diketahui
bahwa malang merupakan sebuah kota di provinsi jawa timur, Indonesia. Kota ini
berada di dataran tinggi yang cukup sejuk, terletak 90 km sebelah selatan kota
Surabaya. Malang merupakan kota pelajar dengan jumlah penduduk kota malang
820.243 pada tahun 2010. Dengan tingkat pertumbuhan 3,9% per tahun. Kodisi suhu
berkisar 22,2 0C -24,5 0C. Sedangkan untuk suhu maksimum mencapai
32,30C dan suhu minimum 17,8 0C. Rata-rata kelembaban udara berkisar 74% -
82%. Dengan kelembaban maksimum 97% dan
minimum mencapai 37%. Keadaan
tanah di wilayah kota Malang
bagian selatan merupakan dataran tinggi
yang cukup luas cocok untuk industri. Daerah Malang selatan memiliki banyak keuntungan didukung dengan kondisi suhu, iklim, serta cuaca yang baik serta
keuntungan lainnya yakni dekat dengan bahan baku. Kita ketahui bahwa malang merupakan
kota penghasil pertanian, banyaknya pasar murah yang terdapat di Malang menjadikan alternatif pilihan yang tepat, dengan tingginya
pertumbuhan penduduk di kota Malang
disertai dengan banyaknya perguruan tinggi yang dibangun di daerah ters ebut
dapat dipastikan bahwa sumber daya manusia khususnya di daerah tersebut sangatlah baik,
terlebih terdapat perangkat hukum yang tegas seperti perangkat hukum dalam
peraturan dan perundang-undangan demi menjalin kepastian berusaha dan
kelangsungan industri.
UMR di kota malang hanya 1.340.300, nilai tersebut lebih kecil dari kota
Surabaya, Gresik,
Pasuruan, Sidoarjo,dan Mojokerto. Dengan adanya UMR tersebut
perusahaan dapat menghemat pengeluaran berupa gaji pegawai dengan potensi
sumber manusia yang baik. Keuntungan lainnya sumber energi mudah didapatkan seperti listrik dan
air. Transportasi kota Malang dilalui jalur kereta api Surabaya-Malang-Blitar-Kediri-Kertosono, baik kereta api ekonomi
bisnis maupun eksekutif. Untuk jalur bus, terminal Arjosari merupakan terminal terbesar di
Malang, dan beberapa
terminal lainnya seperti Gadang
dan Landung Sari. Akan tetapi transportasi tersebut tak
semudah dulu khusus untuk perjalanan dari Malang ke Surabaya terjadi kemacetan lalu lintas yang nantinya akan
menghambat lamanya produk sampai ke konsumen. Berdasarkan beberapa informasi
tersebut dapat diketahui bahwa Malang
bagian selatan memiliki potensi yang
optimal dalam mendirikan sebuah pabrik mie instan.
Pemilihan
alternative ke dua terletak di daerah Surabaya. Surabaya merupakan kota
terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, dengan jumlah penduduk metropolisnya
yang mencapai 3 juta jiwa, Surabaya merupakan pusat bisnis, pedagangan,
industry dan pendidikan di kawasan Indonesia timur, Surabaya terletak di tepi pantai utara
provinsi jawa timur. Wilayahnya berbatasan dengan selat Madura di utara dan
timur, kabupaten sidoharjo di selatan serta kabupaten gresik di barat. Surabaya
berada pada dataran rendah, ketinggian antara 3-6 m diatas permukaan laut
kecuali di bagian selatan terdapat 2 bukit landai yaut di daerah lidah dan
gayungan ketinggiannya antara 20 – 50 m diatas permukaan laut dan di bagian
barat sedikit bergelombang. Surabaya terdapat muara kali mas. Surabaya
merupakan pusat transportasi darat di bagian timur pulau jawa, yakni pertemuan
dari sejumlah jalan raya yang menghubungkan Surabaya dengan kota-kota
lainnya. Akan tetapi transportasi di
Surabaya memiliki kelemahan yakni sering terjadinya kemacetan yang nantinya
akan menghambat distribusi produk
Berdasarkan beberapa keterangan diatas
dapat diketahui bobot skor penentuan lokasi pabrik
|
Faktor-faktor
Relevan
|
Bobot
(Faktor)
|
Malang
|
Surabaya
|
||
|
Skor
|
Bobot
Skor
|
Skor
|
Bobot
Skor
|
||
|
Keberadaan
BB
|
0.11
|
50
|
5.5
|
75
|
8.25
|
|
Jarak
Supplier
|
0.08
|
75
|
6
|
50
|
4
|
|
Transportasi
|
0.15
|
75
|
11.25
|
50
|
7.5
|
|
Infrastruktur
|
0.03
|
60
|
1.8
|
80
|
2.4
|
|
Pembuangan
Limbah
|
0.05
|
80
|
4
|
45
|
2.25
|
|
Hubungan
Masyarakat
|
0.12
|
70
|
8.4
|
60
|
7.2
|
|
Tenaga
Kerja/ SDM
|
0.1
|
70
|
7
|
80
|
8
|
|
Pemasaran
|
0.1
|
80
|
8
|
85
|
8.5
|
|
Dukungan
Pemerintah
|
0.07
|
80
|
5.6
|
75
|
5.25
|
|
Pesaing
|
0.09
|
90
|
8.1
|
50
|
4.5
|
|
Site
Characteristic
|
0.1
|
90
|
9
|
40
|
4
|
|
Total
|
1
|
|
74.65
|
|
61.85
|
Tabel 3.1 Bobot Skor Penentuan Lokasi Pabrik
Berdasarkan
tabel diatas dapat dilihat bahwa bobot skor di Malang yaitu 74.65 lebih besar
dibandingkan bobot skor di Surabaya yaitu, 61.85 oleh karena itu lokasi yang
dipilih untuk mendirikan pabrik PT. Good Noodle adalah malang
b. Peta Lokasi
PT. Good Noodle berlokasi di daerah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Peta lokasi dapat dilihat pada
gambar di bawah:



0 komentar:
Posting Komentar