BAB IV MANAJEMEN
TENAGA KERJA DAN STRUKTUR ORGANISASI
4.1 Struktur Organisasi
Struktur
yang digunakan adalah struktur organisasi fungsional. Hal ini dikarenakan,
wewenang dari pimpinan tertinggi (presiden direktur) dilimpahkan Wakil presiden
direktur yang mempunyai jabatan fungsional untuk dilimpakan kepada para
pelaksana yang mempunyai keahlian khusus (kepala bagian) .
Setiap section pekerjaan memiliki target yang jelas dan pasti.
Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT. Good Noodle
4.2 Ketenagakerjaan
4.2.1 Job Description
PT. Good Noodle memiliki struktur
organisasi seperti yang terlihat
pada gambar 4.1.
Sedangkan
mengenai tugas dan wewenangnya yaitu sebagai berikut :
a) Presiden
Direktur
Fungsi
seorang Presiden direktur adalah sebagai pemimpin perusahaan. Tugas-tugas
seorang pemimpin antara lain yang pertama adalah merencanakan, mengawasi dan
menilai hasil kerja direktur. Selanjutnya, presiden direktur berwenang
menetapkan kebijaksanaan untuk mencapai tujuan perusahaan dan menandatangani
kontrak kerja atau kerja sama dengan pihak luar selain itu. Pemimpin perusahaan
juga bertindak dalam hal mengurus dan mengendalikan kekayaan
b)
Wakil
Presiden Direktur
Wakil
presiden direktur berwenang memimpin, mengarahkan, menugaskan, mengawasi
seluruh jajaran yang berada di bawah tanggung jawabnya. Lalu memastikan bahwa
seluruh karyawan yang berada di bawah tanggung jawabnya menjalankan tugasnya
dengan baik, efektif, dan efisien. Wakil presiden direktur juga mewakili presiden direktur jika presiden
direktur berhalangan dan memberikan usulan kepada presiden direktur demi
kemajuan perusahaan.
c)
Direktur
Personalia
Fungsi
pada bagian ini adalah untuk mengurus atau mengatur tentang
segala hal yang di kerjakan para karyawan dan mempunyai tugas antara lain
melaksanakan pendapatan karyawaan. Lalu direktur personalia bertanggung jawab
melaksanakan perhitungan atas hasil kerja karyawan dan memproyeksikan kebutuhan
perusahaan terhadap jumlah karyawan.
d)
Direktur
Pemasaran
Fungsi
bagian pemasaran secara umum adalah untuk memasarkan hasil produk-produk mie yang telah diproduksi untuk para konsumen
dan mempunyai antara lain:
mengidentifikasi
dan memahami keinginan pelanggan dalam segmen pasar.
Kemudian direktur pemasaran mengumpulkan keterangan mengenai kinerja produk dan
membuat inovasi-inovasi baru. Selain itu, direktur bagian ini berwenang
mengukur citra perusahaan dan kepuasan
pelanggan secara kontinyu. Secara khusus tugas dan wewenang direktur
bagian pemasaran adalah Melakukan
usaha – usaha untuk mencari konsumen baru baik dalam negeri maupun luar negeri
serta memelihara dan meningkatkan hubungan kerja dengan para konsumen yang
sudah ada, serta mengawasi pekerjaan manajer pemasaran.
e) Direktur Produksi
Fungsi
bagian produksi adalah untuk menghasilkan suatu barang jadi atau setengah jadi.
Jadi seorang direktur produksi PT. Good Noodle berwenang dalam tugas
melaksanakan kegiatan produksi. Selain itu, direktur bagian ini
bertanggungjawab mengawasi kualitas hasil produksi dan memeriksa persedian
gudang secara berkala.
f) Direktur Keuangan
Fungsi
pada direktur bagian keuangan adalah bertanggung jawab untuk memproses penjualan barang yang
telah dijual dalam melaksanakan kebutuhan yang diperlukan suatu perusahaan
serta mengkontrol upah gaji bagi tiap karyawan. Tugasnya melaksanakan pembuatan
laporan keuangan secara berkala
g) Manajer Personalia
Fungsinya
untuk bertanggungjawab dalam ketenagakerjaan PT.Good Noodle
Selain itu,
manajer ini mempunyai tugas yang berhubungan dengan ketenagakerjaan mulai dari
perencanaan, perekrutan tenaga kerja, kompensasi, latihan dan pengembangan,
keamanan, sarana dan prasarana, dan lain-lain.
h) Manajer Pemasaran
Fungsi
bagian penjualan untuk mengolah kegiatan penjualan dan menjual hasil produksi
perusahaan serta mempunyai tugas untuk melaksanakan penjualan
secara langsung dan melaporkan hasil penjualan yang terjadi setiap hari.
Dalam penjualan kegiatan promosi juga menjadi tanggung jawab Manajer Pemasaran
di bawah kepengawasan direktur pemasaran. Fungsinya untuk
memasyarakatkan hasil produksi perusahaan atau
mempromosikan suatu inovasi produk terbaru kepada para pelanggan dan tugasnya
membuat suatu laporan kegiatan promosi dan iklan.
i) Manajer Proses Produksi
Manajer
proses produksi bertanggungjawab terhadap kelancaran produksi secara langsung.
Tanggung jawab ini meliputi proses awal sampai akhir produksi mie, mulai dari
pemeriksaan tersedianya alat dan bahan untuk produksi, kesiapan tenaga kerja,
ketepatan waktu produksi, sampai hasil akhir mie.
j) Manajer QC dan R & D
Manajer
ini memiliki tugas, tanggung jawab dan wewenang antara lain yaitu
mengkoordinasikan, mengarahkan, menugaskan, mengawasi seluruh karyawan yang
berada di bawah tanggung jawabnya. Kemudian bertanggung jawab terhadap kualitas
bahan baku yang diterima dan memastikan bahwa seluruh produk yang dihasilkan
oleh bagian produksi sesuai dengan spesifikasi produk yang ditetapkan.
Selanjutnya manajer ini bertugas menganalisa masalah mutu produk yang timbul dan menentukan
langkah-langkah perbaikan atau penyempurnaan yang perlu dilakukan oleh
departemen produksi untuk menghasilkan mutu produk yang sesuai spesifikasi.
Wewenangnya adalah berhak untuk menghentikan jalannnya produksi, mengkonsultasikan langkah perbaikan
yang diperlukan guna menekan produk reject serendah – rendahnya, serta melakukan pengembangan terhadap
produk-produk baru berdasarkan informasi atau permintaan dari bagian pemasaran,
engontrol label dan mutu produk jadi yang akan dikirim kepada konsumen, serta
membuat laporan hasil kegiatan setelah proses produksi selesai.
k) Manajer Keuangan
Fungsinya
untuk megetahui laporan keuangan perusahaan setiap harinya dan
tugasnya membuat buku jurnal atau buku
penerimaan dan pengeluaran perusahaan.
l) Staf Proses
Staf
proses bertanggung jawab kepada manajer proses produksi untuk melakukan proses
pembuatan komponen – komponen mie dan melakukan proses perakitan produksi.
m) Staf Packaging
Staf
packaging bertanggung jawab kepada
manajer proses produksi untuk melakukan proses packaging sesuai dengan barang
yang di produksi yaitu mie.
n) Staf PPIC
Staf
PPIC bertugas membuat, memperbaiki, menyempurnakan, memastikan penerapan
prosedur kerja PPIC yang baik dan melakukan pengadaan bahan baku dan
perencanaan kedatangan bahan baku. Selanjutnya, bersama dengan bagian gudang
melakukan pengecekan data gudang dan pengadaan bahan pendukung sesuai kondisi stock
barang pada gudang. Staf ini juga bertanggung jawab membuat laporan produksi
berkenaan dengan penggunaan bahan baku dan bahan pendukung.
o) Staf Maintenance
Staf
maintenance bertugas membuat, memperbaiki, menyempurnakan, memastikan penerapan
prosedur kerja maintenance yang baik. Kemudian mereka melakukan
pemeriksaan rutin dan terjadwal terhadap mesin produksi dan utility
lainnya serta membuat rencana perbaikan spare part yang rusak, mendekati
rusak atau yang diperkirakan segera rusak dan memastikan bahwa pekerjaan maintenance
dilakukan secara efektif, efisien, benar dan secepatnya terutama gangguan mesin
saat produksi. Selain itu juga memastikan bahwa seluruh peralatan kerja dan
peralatan bantu lainnya berada dalam keadaan baik, terawat, bersih serta
terkontrol dengan baik.
p) Staf Gudang
Staf
pergudangan bertanggungjawab terhadap penerimaan dan pengontrolan bahan baku
yang diterima. Kemudian mengontrol bahan baku selama penyimpanan dan mengeluarkan bahan sesuai dengan
permintaan bagian produksi. Staf ini juga berwenang pada penerimaan dan
pengontrolan barang jadi yang diterima dari bagian packaging, pengontrolan
barang jadi selama disimpan, dan pengeluaran barang sesuai dengan permintaan
dari bagian pemasaran.
q) Staf Personalia
Bertanggung
jawab terhadap Manajer personalia
dalam melaksanakan tugasnya yang berhubungan dengan ketenagakeraan mulai dari perencanaan,
perekrutan tenaga kerja, kompensasi, latihan dan pengembangan, keamanan, sarana
dan prasarana, dan lain-lain.
r) Staf Pemasaran
Bertanggung
jawab dan melaporkan hasil penjualan yang terjadi setiap hari kepada manajer pemasaran untuk melaksanakan
penjualan baik dalam kegiatan mempromosikan suatu inovasi produk terbaru kepada
para pelanggan dan tugasnya membuat suatu laporan kegiatan promosi dan iklan.
s) Staf QC dan R&D
Bertanggung
jawab dan melaporkan kepada manajer QC dan R&D yang bertugas terhadap kualitas bahan baku
yang diterima dan memastikan bahwa seluruh produk yang dihasilkan oleh bagian
produksi sesuai dengan spesifikasi produk yang ditetapkan.
t) Staf Pembukuan
Untuk mencatat dan melaporkan kepada Manajer
Keuangan keuangan perusahaan setiap harinya dan tugasnya membuat buku jurnal
atau buku penerimaan dan pengeluaran perusahaan
4.2.2 Job Spesification
-
Presiden direktur
a) Pendidikan
minimal S2, diutamakan berpengalaman sebagai direktur selama minimal 5 tahun
b) Berpengalaman
dalam mengadakan perjanjian antar perusahaan
c) Mampu
bekerja sama dengan seluruh unit pekerja dengan baik
d) Bertanggung
jawab, jujur serta loyal terhadap perusahaan
e) Mampu
berkomunikasi dengan baik
f) Pria
usia min, 35 tahun
g) Menguasai
bahasa inggris Aktif dan Pasif
h) Disiplin,
Tegas, Jujur, bertanggung Jawab dan Pekerja Keras
-
Wakil
Presiden Direktur
a) Pendidikan
minimal S2, diutamakan berpengalaman sebagai wakil direktur selama minimal 5 tahun
b) Berpengalaman
dalam mengadakan perjanjian antar perusahaan
c) Mampu
bekerja sama dengan seluruh unit pekerja dengan baik
d) Bertanggung
jawab, jujur serta loyal terhadap perusahaan
e) Mampu
berkomunikasi dengan baik
f) Pria
usia min, 30 tahun
g) Menguasai
bahasa inggris Aktif dan Pasif
h) Disiplin,
Tegas, Jujur, bertanggung Jawab dan Pekerja Keras
-
Direktur
Personalia
a. Pendidikan min. S1 Psikologi diutamakan S2 Psikologi,
pengalaman minimal 5 tahun dalam bidang personalia
b. Pria/Wanita Usia Max. 45 tahun
c. Dapat berbahasa Inggris
d. Disiplin, Jujur, Sabar, Komunikatif
-
Direktur
Pemasaran
a) Min.
S1 Jurusan pemasaran atau akuntansi lebih diutamakan S2, dengan pengalaman
bidalng pemasaran lebih dari 5 tahun.
b) Pria/
Wanita usia min. 35 tahun
c) Komunikatif
berpenampilan menarik
d) Tdak
berkacamata
e) Aplikasi
computer
f) Mampu
berbahasa Inggris Aktif
g) Manajemen
Lanjut Pemasaran
h) Jujur,
Disiplin, Berwawasan luas, Teliti, Sabar, Tanggung Jawan, Pekerja Keras
-
Direktur
Produksi
a) Min.
S1 Jurusan Farmasi, Kimia, Biologi, Pertanian atau Teknologi Pertanian lebih
diutamakan S2, dengan pengalaman di bidang produksi lebih dari 5 tahun
b) Pria/
Wanita Usia min. 35
c) Tidak
berkacamata, Tinggi min 165 cm Pria, 150 cm wanita
d) Meiliki
keterampilan dalam manajemen produksi dan manajemen lanjutan
e) Bijaksana,
Jujur, Komunikatif, Teliti, Tanggung Jawab dan mampu bekerja underpressure
-
Direktur
Keuangan
a) Pendidikan teknis min. S-1
diutamakan S2 dalam bidang keuangan atau akuntansi
b) Pemahaman mengeni standar akuntansi
di Indonesia
c) Pemahaman mengenai sistem keuangan
dan akuntansi (Komputerisasi)
d) Pemahaman mengenai perpajakan
e) Pengalaman minimal 10 tahun variable
dalam mengelola kauangan di Industri
keuangan, consumer goods atau manufaktur
f) Kepemimpianan, integritas tinggi,
teliti, bertaggung jawab, pemikiran analitis, peduli terhadap keteraturan,
pemikiran stratejik
-
Manajer
Personalia
a) Pendidikan min. S1
segala jurusan diutamakan S2 Psikologi, pengalaman minimal 5 tahun dalam
bidang ketenagakerjaan
b) Pria/Wanita Usia Max. 45 tahun
c) Dapat berbahasa Inggris
d) Disiplin, Jujur, Sabar, Komunikatif
-
Manajer
Pemasaran
a) Pendidikan
Min. S-1 segala jurusan diutamakan jurusan pemasaran atau Akutansi
b) Pria/Wanita
usia max. 28 tahun
c) Fresh
Graduate jujur, komunikatif, Teliti, Bijaksana, Berjiwa Pemimpin
-
Manajer
Proses Produksi
a) Pendddikan min. S-1 juruasan
farmasi, Kimia, Biologi, Teknik Kimia, Pertanian atau Teknologi Pertanian.
b) Pria/ Wanita usia max.30 tahun
c) Pengalaman min. 3 thn
d) Tidak berkacamata
e) Tinggi min. 165 cm (Pria), 150 cm
(Wanita)
f) Komunikatif, Menarik, Jujur,
Berwawasan luas, Berjiwa Pemimpin
-
Manajer
QC dan R & D
a)
Pendidikan min. S-1 segala jurusan IPA
b)
Pria/Wanita Usia max. 30 thn
c)
Pengalaman min 3 thn
d)
Tidak berkacamata
e)
Tinggi mi. 165 (Pria) 150 (wanita)
f)
Jujur , disiplin, berwawasan
luas, bertanggung jawab, berjiwa pemimpin
-
Manajer
Keuangan
a. Pendidikan min S-1 segala jurusan
diutamakan jurusan pemasaran atau akutansi
b. Min. Pengalaman di bidangnya selama
2 tahun
c. Pria/Wanita usia max. 28 thn
d. Jujur, komunikatif, teliti,
bijaksana, berjiwa pemimpin
-
Staff
a) Pendidikan min. SMA, SMK dan sederajat
b) Pria/ Wanita max. 28 tahun
c) jujur,
bertanggung jawab, berjiwa pemimpin serta mampu bekerja di bawah tekanan
-
Staff Produksi
a)
Pendidikan min. SMK
b)
Pria/ Wanita max. 28 tahun
c) jujur, bertanggung jawab, berjiwa pemimpin serta
mampu bekerja di bawah
tekanan
4.2.3 Kebutuhan Tenaga Kerja
a. Tenaga Kerja Langsung
Tenaga
kerja langsung yaitu tenaga kerja di pabrik yang secara langsung terlibat pada
proses produksi dan biayanya dikaitkan pada biaya produksi atau pada barang yang
dihasilkan.
|
No
|
Jabatan
|
Jumlah tenaga
kerja (orang)
|
|
1
|
Staff Proses Produksi
-
Staff
Proses
-
Staff
Maintenance
-
Staff
Gudang
-
Staff
PPIC
-
Staff
Packaging
|
18
11
5
7
7
|
|
2
|
Staff QC dan
R&D
-
Staff
QC
-
Sttaff
R&D
|
13
11
|
|
Total
|
73
|
|
b. Tabel Tenaga Kerja
Tidak Langsung
tenaga
kerja tak langsung adalah tenaga kerja di pabrik yang tidak terlibat secara
langsung pada proses produksi dan biayanya dikaitkan pada biaya overhead pabrik
|
No
|
Jabatan
|
Jumlah tenaga
kerja (orang)
|
|
1
|
Presiden
direktur
|
1
|
|
2
|
Wakil Presiden Direktur
|
1
|
|
3
|
Direktur
Personalia
|
1
|
|
4
|
Direktur
pemasaran
|
1
|
|
5
|
Direktur
Produksi
|
1
|
|
6
|
Direktur
Keuangan
|
1
|
|
7
|
Manajer Personalia
Ø Staff Personalia
1.
Kasir
2.
Administratisi
3.
Office
Boy
4.
Satpam
5.
Sopir
|
1
5
13
15
11
13
|
|
8
|
Manajer
Pemasaran
Ø Staf Pemasaran
1.
Sales
2.
Periklanan
|
1
10
7
|
|
9
|
Manajer Proses
Produksi
|
1
|
|
10
|
Manajer QC dan
R&D
|
1
|
|
11
|
Manajer Keuangan
Ø Staff Keuangan
|
1
7
|
|
Total
|
92
|
|
4.3
Waktu Kerja (Sift non Shift)
Tenaga kerja (sumber
daya manusia) bekerja berdasarkan jam kerja yang telah ditentukan. Waktu kerja yang diterapkan di PT. Good Noodle yaitu
waktu kerja umum atau nonshift dan
tenaga kerja shiff.
a. Shift
Tabel
1. Pembagian Jam Kerja Tenaga Kerja shift
|
Bagian
|
Shift
|
Jam
Kerja
|
Istirahat
|
Cofee Break
|
|
Scurrity dan OB
|
Siang
|
08.00-18.00
|
12.00-13.00
|
09.00-09.30
|
|
Malam
|
18.00-04.00
|
24.00-01.00
|
02.00-02.30
|
b. Non Shift
Pembagian jam kerja
untuk tenaga kerja nonshif tampak pada Tabel 2, waktu kerja yang berlaku
pada semua karyawan baik produksi maupun non produksi selain OB dan Securrity
dengan 6
hari
kerja, jam
kerja 8
(dua belas) jam per hari serta
2 hari libur dengan waktu istirahat 60 menit
kecuali untuk hari Jumat. Pada hari Jumat, tenaga kerja waktu istirahatnya 120
jam
Tabel 2. Pembagian
Jam Kerja Tenaga Kerja Nonshift
|
Hari
|
Jam
Kerja
|
Istirahat
|
|
Senin-Kamis
|
08.00-16.00
|
12.00-13.00
|
|
Jumat
|
08.00-16.00
|
11.00-13.00
|
|
|
|
|
4.4 Sistem Kompensasi
Kompensasi merupakan
balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada pekerja, yang dapat bersifat
finansial maupun non finansial, pada periode yang tetap. Sistem kompensasi
merupakan hal yang perlu diperhatikan karena sistem kompensasi yang baik akan
mampu memberikan kepuasan bagi karyawan dan memungkinkan perusahaan memperoleh,
mempekerjakan, dan mempertahankan karyawan. Bagi PT Good Noodle, kompensasi
memiliki arti penting karena kompensasi mencerminkan upaya organisasi dalam
mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan karyawannya. Kompensasi yang
tidak memadai dapat menurunkan prestasi kerja, motivasi kerja, dan kepuasan
kerja karyawan, bahkan dapat menyebabkan karyawan yang potensial keluar dari
perusahaan.
Penilaian harga suatu
jenis pekerjaan merupakan tindakan pertama yang dilakukan dalam menentukan
besarnya kompensasi yang akan diberikan kepada karyawan. Penilaian harga
pekerja dilakukan dengan dua cara, sebagai berikut:
1. Analisis
jabatan/pekerjaan
Berdasarkan analisis
jabatan akan didapat informasi yang berkaitan dengan jenis keahlian yang
dibutuhkan, tingkat kompeksitas pekerjaan, resiko pekerjaan, dan perilaku/kepribadian
yang dituntut oleh pekerjaan tersebut. Dari informasi tersebut kemudian ditentukan
harga pekerjaan.
2. Survei
“harga” pekerjaan sejenis pada organisasi lain.
Harga pekerjaan pada
beberapa organisasi dapat dijadikan sebagai patokan dalam menetukan harga
pekerjaan sekaligus sebagai ukuran kelayakan kompensasi. Jika harga pekerjaan
yang diberikan lebih rendah dari organisasi lain, maka kecil kemungkinan
organisasi tersebut mampu menarik atau mempertahankan karyawan yang qualified.
Sebaliknya bila harga pekerjaan tersebut lebih tinggi dari organisasi lainnya,
maka organisasi tersebut akan lebih mudah menarik dan mempertahankan karyawan
yang qualified.
Perusahaan kami akan
menerapkan sistem kompensasi waktu. Sistem waktu memperhitungkan besarnya
kompensasi berdasarkan standar waktu seperti jam, hari, minggu, atau bulan.
Besarnya upah ditentukan oleh lamanya karyawan melaksanakan atau menyelesaikan
suatu pekerjaan. Sistem ini kami pilih karena beberapa kelebihannya yaitu:
1. Dapat
mencegah hal-hal yang kurang diinginkan seperti pilih kasih, diskriminasi
maupun kompetisi yang kurang sehat.
2. Menjamin
kepastian penerimaan upah secara periodik.
3. Tidak
memandang rendah karyawan yang cukup lanjut usia.
Tabel sistem kompensasi karyawan
|
Jabatan
|
Jumlah Tenaga Kerja
|
Gaji/Orang
|
Total Gaji
|
|
Presiden
direktur
|
1
|
6.000.000
|
6.000.000
|
|
Wakil Presiden Direktur
|
1
|
5.000.000
|
5.000.000
|
|
Direktur
Personalia
|
1
|
4.000.000
|
4.000.000
|
|
Direktur
pemasaran
|
1
|
4.000.000
|
4.000.000
|
|
Direktur
Produksi
|
1
|
4.000.000
|
4.000.000
|
|
Direktur
Keuangan
|
1
|
4.000.000
|
4.000.000
|
|
Manajer Personalia
Ø Staff personalia
1.
Kasir
2.
Administrasi
3.
Office
Boy
4.
Satpam
5.
Sopir
|
1
5
13
15
11
13
|
3.000.000
1.500.000
2.000.000
1.500.000
1.500.000
1.400.000
|
3.000.000
7.500.000
26.000.000
22.500.000
16.500.000
18.200.000
|
|
Manajer
Pemasaran
Ø Staf Penjualan
1.
Sales
2.
Periklanan
|
1
10
7
|
3.000.000
2.000.000
2.000.000
|
3.000.000
20.000.000
14.000.000
|
|
Manajer Proses
Produksi
Ø Staff Proses Produksi
1.
Staff
Produksi
2.
Staff
Maintenance
3.
Staff
Gudang
4.
Staff
PPIC
5.
Staff
Packaging
|
1
18
11
5
7
7
|
3.000.000
1.500.000
2.000.000
2.000.000
2.500.000
1.500.000
|
3.000.000
27.000.000
22.000.000
10.000.000
17.500.000
11.500.000
|
|
Manajer QC dan
R&D
Ø Staff QC dan R&D
1.
Staff
QC
2.
Staff
R&D
|
1
13
11
|
3.000.000
2.000.000
2.000.000
|
3.000.000
26.000.000
22.000.000
|
|
Manajer Keuangan
Ø Staff Keuangan
|
1
7
|
3.000.000
2.000.000
|
3.000.000
14.000.000
|
|
TOTAL
|
164
|
|
316.700.000
|
4.5 Rekruitmen Tenaga Kerja
Rekrutmen merupakan
proses pengumpulan calon pemegang jabatan yang sesuai dengan rencana sumberdaya
manusia untuk menduduki suatu jabatan tertentu dalam fungsi pemekerjaan.
Aktivitas perekrutan yang dilakukan perusahaan dimulai dari suatu penilaian
yang lengkap atas kebutuhan tenaga kerja. PT Good Noodle akan membuat sistem
rekrutmen dengan menerapkan beberapa hal, antara lain:
1. Mendiagnosis
seefektif mungkin (berdasarkan kendala waktu, sumber daya finansial, dan
ketersediaan staff pelaksana yang ada) faktor-faktor lingkungan dan
organisasional yang mempengaruhi posisi yang perlu diisi dan aktivitas
rekrutmen.
2. Membuat
deskripsi, spesifikasi, dan standart kinerja yang rinci.
3. Menentukan
tipe individu-individu yang sering dikaryakan oleh organisasi dalam posisi yang
sama.
4. Menentukan
kriteria-kriteria rekrutmen.
5. Mengevaluasi
berbagai saluran dan sumber rekrutmen
6. Menyeleksi
sumber rekrutmen yang kemungkinan menghasilkan kelompok kandidat yang paling
besar dan paling sesuai pada biaya yang serendah mungkin.
7. Mengidentifikasikan
saluran-saluran rekrutmen untuk membuka sumber-sumber tersebut, termasuk
penulisan iklan, menjadwalkan program rekrutmen.
8. Menyeleksi
saluran rekrutmen yang paling efektif biaya.
9. Menyusun
rencana rekrutmen yang mencakup daftar aktivitas dan daftar untuk
menerapkannya.
Perusahaan dalam
sistem perekrutan untuk memperoleh pekerja, akan melakukan perekrutan melalui
iklan dan job posting. Posisi pekerjaan yang diberikan akan disertakan
spesifikasi pekerjaan dibuat secara tertulis agar dapat memberikan gambaran
tentang apa yang dibutuhkan perusahaan dalam pekerjaan tersebut dan tipe orang
yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan yang dimaksud. Proses rekruitmen
akan meliputi beberapa poin penting, yaitu:
1. Penyusunan
strategi untuk merekrut Di dalam penyusunan strategi ini, departemen sumber
daya manusia bertanggung jawab didalam menentukan kualifikasi-kualifikasi
pekerjaan, bagaimana karyawan akan direkrut, di mana, dan kapan.
2. Pencarian
pelamar-pelamar kerja setelah rencana dan strategi perekrutan disusun,
aktivitas perekrutan sesungguhnya bisa berlangsung, melalui sumber-sumber
perekrutan yang ada. Banyak atau sedikitnya pelamar dipengaruhi oleh usaha dari
pihak perekrut di dalam menginformasikan lowongan, salah satunya adanya ikatan
kerjasama yang baik antara perusahaan dengan sumber-sumber perekrutan external
seperti sekolah, universitas.
3. Penyisihan
pelamar-pelamar yang tidak cocok / penyaringan Setelah lamaran-lamaran
diterima, haruslah disaring guna menyisihkan individu yang tidak memenuhi
syarat berdasarkan kualifikasi-kualifikasi pekerjaan. Di dalam proses ini
memerlukan perhatian besar khususnya untuk membendung diskualifikasi karena
alasan yang tidak tepat, sehingga di dalam proses ini dibutuhkan kecermatan
dari pihak penyaring.
4. Pembuatan
kumpulan pelamar kelompok
pelamar terdiri atas individu-individu yang telah sesuai dengan kriteria yang
telah ditetapkan oleh perekrut dan merupakan kandidat yang layak untuk posisi
yang dibutuhkan.
Mendapatkan karyawan
yang sesuai dengan kriteria yang diharapkan merupakan salah satu tugas dari department personalia.
Melalui departemen ini perusahaan akan mendapatkan pekerja melalui beberapa
seleksi. Dari seleksi tersebut, manajer HRD akan menggunakan ini untuk
memperoleh data latar belakang pelamar dan membuat ramalan tentang kinerja masa
depan pelamar tersebut. Seleksi yang akan dilakukan yaitu:
1. Formulir
lamaran (inventaris biologis)
Formulir
lamaran adalah alat tradisional untuk mencatat informasi biografi seperti umur,
pendidikan sebelumnya, (mata pelajaran, gelar, dan angka) dan pelatihan,
pengalaman kerja sebelumnya, termasuk sifat kewajiban gaji, berapa lama bekerja
dan sebab meninggalkan pekerjaan, serta hal-hal pribadi seperti catatan polisi,
hutang, pemilikan rumah, kegiatan selama waktu senggang dan riwayat kesehatan.
2. Wawancara
Wawancara
memungkinkan orang yang bertanggung jawab atas merekrut menilai pelaku secara
langsung. Wawancara memperkenankan pewawancara untuk mengetahui lebih banyak
meneganai latar belakang pekerjaan, kepentingan dan nilai-nilai yang memberi
kesempatan kepada pelamar untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai
organisasi dan pekerjaan. Secara ideal, wawancara memberikan gambaran mengenai
perilaku pelamar, motivasi, dan keterampilan berinteraksi antar pribadi.
3. Testing
formal
Testing
formal dikembangkan dalam usaha untuk menemukan cara yang obyektif guna
mengukur kemampuan pelamar. Salah satu keuntungan mungkin mendapati kemampuan
dan bakat yang tidak akan ketahuan dalam wawancara atau pencatatan pendidikan
dan pengalaman kerja. Perusahaan menggunakan testing untuk menghilangkan kemungkinan
prasangka pewawancara (subyektif), dan bukan kemampuan potensial yang akan
menentukan keputusan seleksi (obyektif).
4. Pusat
penilaian
Pusat
penilaian secara khas memproses para calon dalam kelompok yang terdiri dari 10
sampai 15 orang dan memberikan mereka kegiatan kira-kira empat hari. Hal ini
bisa mencakup standar seperti wawancara yang mendalam, uji kepribadian,
kepentingan dan kecakapan, dan inventaris biografi.
4.6 Fasilitas
Fasilitas di
perusahaan direncanakan terdiri dari fasilitas kantor, fasilitas produksi, dan
fasilitas pendukung. Fasilitas kantor terdiri dari ruang direktur, ruang
manajer pemasaran, ruang manajer keuangan, ruang manajer produksi, ruang
manajer personalia, dan ruang untuk karyawan masing-masing divisi. Fasilitas
produksi terdiri dari tempat proses produksi, storage, warehouse,
receiving, dan shipping. Sedangkan fasilitas pendukung terdiri
dari ruang rapat, kamar mandi, mushola, kantin, serta ruang ganti dan loker.
Untuk penjelasan lebih lanjut dapat dilihat pada tabel berikut.
1.
Fasillitas
kantor
|
No
|
Nama Fasilitas
|
Ukuran (m)
|
Luas (
)
|
Jumlah Fasilitas
|
|
|
P
|
L
|
||||
|
1
|
Presiden direktur
|
4
|
4
|
16
|
1
|
|
2
|
Wakil Presiden Direktur
|
4
|
3
|
12
|
1
|
|
3
|
Direktur Personalia
|
3
|
3
|
9
|
1
|
|
4
|
Direktur Pemasaran
|
3
|
3
|
9
|
1
|
|
5
|
Direktur Produksi
|
3
|
3
|
9
|
1
|
|
6
|
Direktur Keuangan
|
3
|
3
|
9
|
1
|
|
7
|
Manajer Ketenaga Kerjaan
|
3
|
2,5
|
7,5
|
1
|
|
8
|
Manajer Pemasaran
|
3
|
2,5
|
7,5
|
1
|
|
3
|
Manajer Keuangan
|
3
|
2,5
|
7,5
|
1
|
|
4
|
Manajer Proses Produksi
|
3
|
2,5
|
7,5
|
1
|
|
5
|
Manajer QC dan R&D
|
3
|
2,5
|
7,5
|
1
|
|
Staff personalia :
-
Kasir
-
Administrasi
-
Office Boy
-
Satpam
-
Sopir
|
4
20
3
3
3
|
3
15
2
2
2
|
12
300
6
6
6
|
1
1
3
5
4
|
|
|
6
|
Manajer Pemasaran :
-
Sales
-
Periklanan
|
10
6
|
5
5
|
50
30
|
1
1
|
|
7
|
Staff Proses Produksi
|
20
|
15
|
300
|
1
|
|
8
|
Staff Keuangan
|
6
|
5
|
30
|
1
|
|
9
|
Staff QC dan R&D
|
26
|
19,5
|
507
|
1
|
2.
Fasilitas
produksi
|
No
|
Fasilitas
|
Ukuran (m)
|
Luas
|
|
|
P
|
L
|
|||
|
1
|
Area proses produksi utama
|
30
|
20
|
600
|
|
2
|
Storage
|
20,47
|
20
|
409,58
|
|
3
|
Warehouse
|
5,1
|
4,2
|
21,42
|
|
4
|
Receiving
|
6,4
|
12,8
|
81,92
|
|
5
|
Shipping
|
2,14
|
2
|
4,28
|
3.
Fasilitas
pendukung
|
No
|
Nama Fasilitas
|
Ukuran (m)
|
Luas (
)
|
Jumlah Fasilitas
|
|
|
P
|
L
|
||||
|
1
|
Ruang Rapat
|
10
|
5
|
50
|
2
|
|
2
|
Kamar Mandi
|
2
|
1,5
|
3
|
10
|
|
3
|
Mushola
|
8
|
8
|
64
|
1
|
|
4
|
Kantin
|
10
|
5
|
50
|
2
|
|
5
|
Ruang Ganti + Loker
|
10
|
3
|
30
|
1
|
4.7 Pelatihan &
Pengembangan Tenaga Kerja
Pelatihan kerja
adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta
mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja
pada tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan
kualifikasi jabatan dan pekerjaan. Perusahaan akan memberikan pelatihan internal
untuk pekerja. Pelatihan internal merupakan pelatihan informal, dimana terjadi
interaksi dan umpan balik diantara karyawan. Dalam pelatihan informal ini
karyawan dapat belajar secara informal dari karyawan lain atau rekan kerjanya.
Pelatihan internal
yang akan diberikan perusahaan untuk para pekerja meliputi:
1. On
the job training/pelatihan di tempat kerja
Bentuk pelatihan yang
akan digunakan adalah pelatihan instruksi kerja. Atasan melatih karyawan untuk
melakukan tugas atau pekerjaan tertentu, sehingga karyawan tersebut memahami
tugas atau pekerjaan yang harus mereka lakukan.
2. Simulasi
Jenis simulasi yang akan
digunakan adalah vestibule training, yaitu suatu jenis pelatihan dengan
menggunakan fasilitas khusus untuk mendeskripsikan suatu tugas atau pekerjaan
yang harus dilakukan oleh karyawan.
3. Pelatihan
kerjasama
Metode pelatihan
kerjasama yang dipilih adalah magang dan kerja praktik. Banyak organisasi yang
menerapkan sistem magang bagi karyawannya. Magang dapat diselenggarakan dalam
berbagai bentuk dan sifatnya situasional.
Setelah program
dilaksanakan, maka diadakan evaluasi untuk menilai efektivitas program dan
validitasnya, apakah isi program sudah sesuai dengan program training. Evaluasi program pelatihan akan
dilakukan dengan beberapa cara yaitu analisis biaya keuntungan dan bench
marking. Analisis biaya keuntungan adalah membandingkan antara biaya
pelatihan dengan keuntungan yang diperoleh organisasi. Sedangkan bench marking
adalah yaitu membandingkan satu organisasi dengan organisasi yang lainnya.
Pengembangan tenaga
kerja lebih mengacu pada peningkatan keterampilan dalam jangka panjang. Pengembangan
SDM akan membantu organisasi dalam meraih keunggulan kompetitif dalam tiga hal,
yaitu SDM yang berkembang akan mempunyai nilai ekonomis yang lebih positip bagi
organisasi, kemampuan SDM akan memberikan kelebihan daripada pesaing atau
kompetitor, dan kemampuan SDM tersebut tidak mudah ditiru oleh pesaing. Adapun
tahap-tahap dalam proses pengembangan yang dilakukan perusahaan adalah:
1. Perencanaan
sumberdaya manusia/human resources planning.
2. Kemampuan
dan kapasitas yang diperlukan untuk menjalankan rencana tersebut.
3. Perencanaan
suksesi.
4. Penilaian/analisis
kebutuhan pengembangan sumberdaya manusia.
5. Perencanaan
pengembangan: organisasi dan individu.
6. Pendekatan/metode-metode
pengembangan SDM di tempat kerja atau di luar tempat kerja.
7. Evaluasi
program pengembangan.
Pelatihan dan
pengembangan selain diberikan kepada tenaga kerja baru, juga akan diberikan kepada
tenaga kerja yang sudah lama bekerja di perusahaan. Pelatihan dapat
meningkatkan taraf prestasi tenaga kerja pada jabatannya sekarang. Prestasi
kerja yang meningkat mengakibatkan peningkatan dari produktivitas.
Produktivitas adalah keluaran dibagi dengan masukan. Salah satu unsur keluaran
adalah prestasi kerja. Jadi, prestasi kerja meningkat, keluaran meningkat,
produktivitas meningkat. Fungsi pelatihan dan pengembangan tenaga kerja adalah:
1. Meningkatkan
mutu
2. Meningkatkan
ketepatan dalam perencanaan sumber daya manusia
3. Meningkatkan
semangat kerja
4. Menarik
dan menahan tenaga kerja yang baik
5. Menjaga
kesehatan dan keselamatan kerja
6. Menghindari
keusangan (obsolescence)
7. Menunjang
pertumbuhan pribadi (personal growth)
BAB V
5.1 Sistem Produksi
Mie (noodle) adalah salah satu produk pangan yang
terbuat dari tepung dan menyerupai tali yang berasal dari Cina, yang telah lama
dikenal masyarakat luas. PT Good Noodle akan memproduksi mie instan dengan cita
rasa yang nikmat dan harga terjangkau. Kapasitas produk yang akan dibuat yaitu
1500 ton per hari. Proses produksi akan dikerjakan secara continous atau terus
menerus. Hal ini dikarenakan untuk memaksimalkan sumber daya yang dimiliki perusahaan, baik
itu SDM, peralatan dan mesin, dan bahan baku yang disuplai ke perusahaan.
Tahapan pembuatan mie terdiri dari
pencampuran bahan baku yang berupa tepung terigu dan tepung tapioka dengan
rasio perbandingan 8 : 1. Bahan tambahan
yang digunakan yakni air, garam, tartazine, sodium bikarbonat, sodium
poliphosfat dan bahan pengental. Kedua bahan baku tersebut di campur hingga
membentuk suatu adonan, setelah kedua bahan tercampur selanjutnya dilakukan
proses pengepresan, pengirisan hingga pembentukan gelombang, langkah
selanjutnya pengukusan, pemotongan, pengeringan, dan pendinginan, untuk meningkatkan daya simpan mie dilakukan
proses pengemasan.
5.2 Diagram Alir Proses


0 komentar:
Posting Komentar