I. PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Joint Operating Body merupakan suatu kegiatan operasional dilakukan oleh badan operasi bersama yang dikepalai oleh SKK migas dan dibantu oleh kontraktor sebagai pihak kedua dalam JOB. kunci pokok penentu keberhasilan pelaksanaan kegiatan operasional dengan menerapakan manajemen sumber daya manusia yang tepat. Menghadapi perkembangan dunia saat ini, perusahaan dituntut untuk dapat selalu mempertahankan dan mengembangkan sumber daya manusia yang berkualias guna menghadapi segala macam kemungkinan perubahan yang akan terjadi.
Minyak bumi adalah sumber energi yang paling besar yang digunakan manusia saat ini. Pada masa ini manusia telah mengelolah sekitar ribuan bahkan jutaan barel minyak mentah guna memenuhi kebutuhan energi umat manusia terutama kebutuhan bahan bakar motor. Industri minyak bumi memiliki peran yang cukup penting dalam perekonomian Indonesia, baik dari segi kontribusinya terhadap pendapatan Negara maupun besarnya tenaga kerja yang terserap.
Selama betahun-tahun industri minyak memainkan peranan yang cukup penting dalam perekonomian Indonesia, baik dari segi kontribusinya terhadap pendapatan negara maupun besarnya tenaga kerja yang terserap. Sektor industri ini juga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitar perusahaan. Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java (JOB P-PEJ) tidak hanya menghasilkan minyak metah saja, tetapi juga menghasilkan produk yang bisa dijadikan sebagai bahan dasar industri lainnya seperti industri kosmetik, LPG dan pembangkit tenaga listrik. Prospek perkembangan industri minyak saat ini sangat pesat, dimana terjadi peningkatan jumlah produksi seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat.
I.2 Tujuan Kegiatan
I.2.1 Tujuan Umum
Tujuan umum dari PKL ini adalah untuk mempelajari keadaan perusahaan (sejarah perusahaan, lokasi perusahaan, struktur organisasi perusahaan, ketenagakerjaan, mesin dan peralatan, tata letak fasilitas, proses produksi, sanitasi, penanganan limbah, dan kegiatan pemasarannya).
I.2.2 Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari PKL ini adalah untuk mempelajari manajemen sumber daya manusia di Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java (JOB P-PEJ)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
II.1. Minyak Mentah
Karakeristik umum minyak mentah adalah sifat-sifat umum minyak mentah berdasarkan pengujian sifat fisika dan sifat kimia. Pengujian karakteristik umum minyak mentah dimaksudkan untuk mengetahui sifat dasar dan sifat umum minyak mentah. Pengaruh lingkungan pada proses pembentukan minyak bumi akan mempunyai komposisi yang berbeda dari tempat yang satu dengan tempat lainnya (Priyitno, 2006).
Minyak mentah merupakan campuran kompleks yang terdiri atas senyawa hidrokarbon yaitu alkana, sikloalkana, dan senyawa aromatic yaitu benzene dan turunannya. Kandungan utama minyak mentah hasil pengeboran merupakan campuran dari berbagai senyawa hidrokarbon. Adapun senyawa lain, seperti sulfur, nitrogen, dan oksigen hanya terdapat dalam jumlah sedikit. Tabel berikut menunjukan presentase komposisi senyawa yang terkandung dalam minyak mentah (Crude Oil).
Tabel 2.1 Komposisi Minyak Bumi
Kandungan Senyawa | Unsur |
Karbon | 84 % |
Hidrogen | 14% |
Sulfur | Antara 1 hingga 3% |
Nitrogen | Kurang dari 1% |
Oksigen | Kurang dari 1% |
Logam | Kurang dari 1% |
Garam | Kurang dari 1% |
Sumber : (Rahayu, 2009)
II.1.2 Manajemen Industri
Manajemen industry adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, dan pengontrolan sumber daya manusia dan sumberdaya lainnya. Dalam suatu industry terdapat aspek-aspek yang saling berkaitan, aspek tersebut antara lain lokasi perusahaan, tata letak fasilitas, struktur organisasi, tenaga kerja,bahan baku, proses produksi, mesin dan peralatan sanitasi dan limbah serta aspek pemasran
Dalam menentuan lokasi perusahaan didasarkan pada pertimbangan faktor tertentu. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan lokasi pabrik diantaranya adalah lokasi pasar, lokasi bahan baku, sumber energi, dan tenaga kerja. Faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi kelancaran operasional dari perusahaan ( Wignjosoebroto, 2003).
Perencanaan tata letak perusahaan diperlukan untuk meningkatkan produktifitas perusahaan. Tata letak pabrik (plant lay out) dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi (Wignjosoebroto, 2003).
Aspek sanitasi perlu diperhatikan, guna meningkatkan loyalitas pelanggan serta menjaga mutu produk.Menurut Arisman (2009), sanitasi merupakan upaya mereduksi jumlah jasad renik pencemar (bakteri dan virus) daro permukaan tempat makanan diproses. Tujuan pembersihan adalah membuang seluruh kotoran, baik padat maupun cair, dari tempat dan peralatan yang telah digunakan dalam pemrosesan makanan, termasuk di lantai atai percikan di dinding.
Dunia usaha mengenal beberapa tipe proses produksi. Berdasarkan kontinuitasnya proses produksi dibagi menjadi tiga tipe yaitu proses produksi terputus-putus (batch process), proses produksi terus menerus (continous process), dan gabungan keduanya. (Subagyo, 2007).
Manajemen pengolahan limbah yang tepat akan memberikan dampak positif bagi perusahaan. Pengertian dari Limbah adalah buangan yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Limbah ditinjau secara kimiawi, terdiri dari bahan kimia organik dan anorganik (Kristanto, 2002).
Pemasaran memiliki sebagai hubungan antara konsumen dan produsen, untuk menciptakan loyalitas pelangan membutuhkan manajemen pemasaran yang baik . Definisi dari pemasaran adalah suatu kombinasi dari tugas manajemen dan keputusan yang ditujukan untuk memenuhi peluang dan ancaman dalam lingkungan yang dinamis sehingga pasar dapat mengarah pada pemenuhan kebutuhan konsumen dan keinginan sehingga tujuan dari perusahaan, konsumen dan masyarakat tercapai. (Cant, 2009).
II.2 Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen Sumber daya Manusia (MSDM) merupakan bagian dari manajemen keorganisasian yang memfokuskan diri pada unsure sumber daya manusia. Adalah tugas MSDM untuk mengelola unsur manusia secara baik agar diperoleh tenaga kera yang puas akan pekerjaannya (Umar, 2005). Manajemen sumber daya manusia mempelajari mengenai perencanaan sumber daya manusia, perekrutan dan penyeleksian tenaga kerja, pelatihan dan pengembangan tenaga kerja, penilaian prestasi kerja, kompensasi, kesehatan dan keselamatan kerja serta pemberhentian kerja
Perencanaan Sumber Daya Manusia dalam organisasi merupakan seperangkat kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan akan kebutuhan pegawai/ sumber daya manusia dari suatu organisasi di masa mendatang (Sirait, 2006).
Proses rekrutmen dan penyeleksian tenaga diperlukan untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Menurut Simamora (2004), perekrutmen (recruitment) merupakan aktivitas yang dirancang untuk memperoleh pelamar kerja yang memenuhi persyaratan perusahaan. Aktivitas rekrutmen biasanya diselenggarakan oleh human resource department (HRD), tetapi departemen lainnya dapat pula terlibat dalam hal penyediaan deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan guna membantu upaya rekrutmen.
Dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia diperlukan penyunan program pelatihan dan pengembangan karyawan sehingga dapat diketahui atau diidentifikasi pelatihan tambahan apa saja yang masih harus diberikan kepada karyawan untuk membantu agar mampu mencapai standar prestasi yang ditetapkan (Ruky, 2006).
Pengembangan karyawan dapat dilakukan dengan melakukan penilaian prestasi kerja yang nantinya akan berujung pada balas jasa perusahaan kepada karyawan (Kompensasi). Definisi dari Penilaian prestasi kerja adalah proses evaluasi prestasi atau unjuk kerja pegawai yang dilakukan oleh organisasi. Melalui kegiatan ini, para manajer atau supervisor bisa memperoleh data tentang bagaimana pegawai bekerja. Jika prestasi pegawai masih dibawah standar, maka harus segera diperbaiki, perilaku tersebut harus diberi penguat (reinforcement) supaya pegawai tersebut menampilkan kembali prestasi kerja yang kita kehendaki (Sirait, 2006). Masalah kompensasi atau balas jasa dapat disebut imbalan adalah faktor yang sangat penting dalam hubungan antara perusahaan dan karyawan. Masalah ini terkait dengan produktivitas dan kontribusi karyawan terhadap perusahaan. (Fauzi, 2007).
III. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
III.1 Waktu dan Lokasi
Praktek Kerja Lapang akan dilaksanakan di Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java (JOB P-PEJ). Perusahaan tersebut berlokasi di Jalan Lingkar Pertamina desa Rahayu, kecamatan Soko kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur. Praktek Kerja Lapang yang telah dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2013 sampai 14 Februari 2013
III.2 Metode Kegiatan
Untuk mendukung penyusunan laporan Praktek Kerja Lapang, maka akan dilakukan pengumpulan data dengan beberapa metode. Metode yang akan digunakan adalah:
a. observasi, dengan cara melakukan pengamatan secara langsung terhadap keadaan perusahaan, proses pengolahan kacang panggang, pengolahan limbah, sanitasi, pengadaan energi, dan pengendalian mutu;
b. wawancara, dengan melakukan tanya jawab pada narasumber yang terkait, yaitu staf dan karyawan perusahaan, untuk menunjang perolehan data dan informasi tentang keadaan perusahaan, ketenagakerjaan, pengadaan material produksi, proses produksi, pengolahan limbah, sanitasi, pengadaan energi, pengendalian mutu, dan informasi tentang production planner;
c. organizational record, dengan melakukan pengumpulan dokumen dan laporan yang terkait dengan struktur organisasi, ketenagakerjaan, jenis produk, data penjualan kacang panggang, pengendalian mutu, dan penanganan limbah.
III. 3 Materi Kegiatan
Selama pelaksanaan Praktek Kerja Lapang beberapa hal yang diharapkan dapat dipelajari secara umum yaitu sejarah perusahaan, lokasi perusahaan, struktur organisasi perusahaan, tata letak fasilitas, ketenagakerjaan, mesin dan peralatan, proses produksi, pengendalian mutu, sanitasi, limbah, pemasaran dan manajemen sumber daya manusia Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java (JOB P-PEJ).
III.4 Jadwal Kegiatan
Jadwal kegiatan praktek kerja lapang yang dilaksanakan di JOB P-PEJ dapat dilihat pada Tabel 3.1

Tabel 3.1 Alokasi Waktu Perencanaan Praktek Kerja Lapang
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. 1 Keadaaan Umum Perusahaan
IV.1.1 Sejarah Perusahaan
Petrochina International Companies di Indonesia merupakan Production Sharing Contraktor yang berkerja sama dengan pertamina. Berdasarkan kerja sama tersebut terbentuklah Joint Operating Body Pertamina- Petrochina East Java (JOB P-PEJ). Joint Operating Body merupakan suatu kegiatan operasional dilakukan oleh badan operasi bersama yang dikepalai oleh SKK migas dan dibantu oleh kontraktor sebagai pihak kedua dalam JOB. JOB P-PEJ adalah perusahaan yang bergerak dibidang perminyakan dan gas. Perusahaan ini melakukan kegiatan eksplorasi, produksi dan penjualan minyak dan gas.
Awal dari berkembangnya perusahaan ini adalah adanya kontrak bagi hasil oleh Trent International dengan Pertamina pada 28 Februari 1988. Kontrak bagi hasil tersebut berdasarkan Undang–undang Nomor 08 tahun 1971 tentang pertambangan minyak dan gas. JOB Pertamina–Trend International pada 31 Agustus 1993 beralih nama dan pengelolahan menjadi JOB Pertamina–Santa Fe Tuban. Perubahan tersebut berdasar pada surat Keputusan Direktur Utama Pertamina mengenai persetujuan peralihan pengolahan tersebut. Setelah itu, pada 02 Juli 2001 berganti nama dan peralihan kembali menjadi JOB Pertamina–Devon Tuban. Setahun kemudian pada 01 Juli 2002 beralih pengolahan serta nama menjadi JOB Pertamina-Petrochina East Java hingga sekarang.
JOB P-PEJ berlokasi di jalan Lingkar Pertamina Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban dan berpusat di geung Patra Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Perusahaan ini membagi wilayah operasi produksi minyak dan gas di blok Tuban menjadi tiga area. Area tersebut terbagi menjadi area barat, area timur dan area selatan. Pada area barat ini, terdapat Lapangan Mudi dan Lapangan Sukowati. Sedangkan di area timur terdapat Lapangan Lengowangi dan di selatan terdapat Lapangan Bungoh.
Aktifitas JOB P-PEJ saat ini adalah eksploitasi minyak dan gas yang berada di Lapangan Mudi. Selain itu, JOB P-PEJ juga melakukan pengeboran sumur minyak di lapangan sukowati dan melakukan kegiatan produksi di central Prossesing Area (CPA). Hasil produksi dari CPA didistribusikan melalui bawah tanah dan pipa lepas pantai berdiameter 10 inchi sepanjang 37 Km ke Floating Storage and Off Loading (FSO).
Total produksi minyak mentah di Blok Tuban adalah+ 43,254 BOPD (Barrel Oil Per Day) atau setara dengan 6.876.953,5 liter per hari dan total gasnya adalah + 32,153 MSCFD (Million Standart Cubic Feet Per Day) , Serta total volume air + 22,477 BWPD (barrel watter per day). Minyak-minyak tersebut merupakan minyak yang dihasilkan dari semua area JOB P-PEJ. Berdasarkan total produksi per lapangan, produksi minyak dan gas paling besar dihasilkan dari lapangan
IV.1.2 Visi dan Misi Perusahaan
Visi dan misi dibutuhkan untuk membantu perusahaan agar bisa mencapai tujuannya demi keberhasilan dan keberlangsungan usaha .
Adapun visi dan misi yang diterapkan pada Pertamina Petrochina East Java adalah:
1. Visi:
Diakui sebagai perusahaan energi terkemuka dengan integritas yang tinggi, ramah lingkungan dengan orientasi kepedulian sosial
2. Misi
Mencari dan mengembangkan sumber daya energi secara inovatif untuk meningkatkan manfaat bagi semua pihak yang berkepentingan (Stakeholder) dengan mengacu kepada standart etika dan aturan tentang kepedulian lingkungan, mengoptimalkan sumber daya lokal yang ada, selanjutnya berkembang bersama melalui proses kemitraan.
IV.1.3 Lokasi Perusahaan
Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East java merupakan gabungan antara PT. Pertamina (Persero) dengan Petrochina International Companies yang terletak di Jalan Lingkar Pertamina Desa Rahayu kecamatan Soko Kabupaten Tuban, Peta Wilayah Kerja perusahaan dapat dilihat pada Lampiran 1 dan gambar Pertamina-Petrochina East Java dapat ilihat pada Gambar 4.1.
Gambar 4.1 Pertamina Petrochina East Java
Sumber: JOB P-PEJ (2012)
Penentuan lokasi dalam perusahaan akan mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan itu sendiri. Penentuan lokasi Pertamina Petrochina East Java didasarkan pada beberapa pertimbangan, yaitu
1. Lokasi Bahan Baku
Suatu industri harus menempatkan pabriknya berdekatan dengan sumber bahan baku karena sifat dan keadaan dari proses produksinya. Begitu juga dengan Join Operating Body pertamina – petrochina East Java adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam proses pengeboran minyak gas bumi, maka lokasi harus dekat dengan bahan baku. Jarak lokasi bahan baku dengan pabrik termasuk salah satu faktor penentuan kualitas minyak mentah, sehingga dapat mengurangi biaya proses produksi.
2. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia (tenaga kerja) Pertamina Petrochina East java bertempat tinggal di perumahan yang terletak di sekitar lokasi perusahaan. Hal ini untuk mempermudah koordinasi dengan para karyawan dan meminimasi risiko keterlambatan tenaga kerja. Sistem ini dibangun sejak awal berdirinya perusahaan.
Menurut Wignjosoebroto (2003), dasar-dasar pemilihan lokasi ada dua langkah, yaitu pemilihan daerah atau teritorial secara umum dan pemilihan berdasarkan size dari jumlah penduduk (community) serta lahan secara khusus. Pemilihan teritorial secara umum untuk mendapatkan informasi secara umum, komunitas dan lahan (size) secara khusus untuk penentuan lokasi yang dapat diklasifikasikan ke dalam daerah di kota besar, dipinggir kota atau di luar kota. Faktor-faktor yang ikut menentukan munculnya industri di suatu wilayah antara lain faktor ekonomis, historis, manusia, politis, dan geografis. Sedangkan, faktor geografis yakni Ketersediaan bahan mentah, Tingkat sumber daya manusia, Suplai air, Kedekatan dengan pasar, Kemudahan sarana dan fasilitas transportasi.
Pada pemilihan lokasi yang diterapkan oleh PT.Pertamina Petrochina berupa factor ketersediaan bahan mentah dan tingkat sumber daya manusia.
IV.1.4 Struktur Organisasi
Struktur organisasi yang digunakan oleh Pertamina Petrochina East Java yaitu berupa struktur organisasi fungsional. Hal ini dikarenakan Pertamina Petrocina East java dipimpin oleh seorang Field Manager yang memegang penuh kekuasaan di Pertamina Petrochina East Java dan bertindak sebagai pengambil keputusan manajemen. Field Manager menjalankan kebijakan perusahaan dan mengawasi jalannya perusahaan.Field Manager membawahi Field Administration, Field Operation dan Health, Safety and Environment. Struktur organisasi Pertamina Petrochina East Java dilihat pada Lampiran 2.
Struktur organisasi fungsional adalah suatu organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada bagian yang mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan kepada para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus (Jaka, 2009). Pada Pertamina Petrochina East Java, supertenden bagian membantu filed manajer dalam mengendalikan kegiatan setiap departmen, selain itu juga memimpin, mengendalikan operasional dan efisiensi kerja bagian yang dipimpinnya. Masing-masing section bagian dipimpin oleh supervisor. supervisor bertanggung jawab kepada sepertendent dan bertanggung jawab langsung kepada Field manager. Tugas dan tanggung jawab tenaga kerja Pertamina Petrochina East Java dapat dilihat pada Lampiran 3.
IV.2 Sistem Produksi.
IV.2.1 Mesin dan Peralatan
Menurut Wignjosoebroto (2003), mesin adalah suatu peralatan yang digerakkan sebagai suatu kekuatan atau tenaga yang dipergunakan membantu manusia dalam mengerjakan produk atau bagian-bagian tertentu
Mesin yang digunakan pada Pertamina Petrochina East java berdasarkan dari segi operasi yaitu semi otomatis. Pertamina Petrochina East Java menerapkan manajemen perawatan terhadap mesin dan peralatan agar mampu bekerja dengan baik guna memperlancar proses produksi. Tujuan manajemen perawatan yaitu untuk menjaga mesin agar selalu bekerja secara optimal, memperpanjang umur mesin dan peralatan, serta menghindari kerusakan. Beberapa peralatan produksi yang terdapat di CPA JOB P-PEJ antara lain :
1) Sumur Minyak
Sumur minyak yang ada terdiri atas casing, tabung (pipa), well head dengan kedalaman sumur sekitar 2000 - 3000 meter. Untuk mengatur laju produksi digunakan pengatur aliran yaitu choke yang ada di well head dengan mengatur parameter operasi pompa ESP (khusus di Lapangan Mudi). Gambar sumur minyak ditunjukkan pada Gambar 4.2.

Gambar 4.2. Sumur Minyak
Sumber: JOB P-PEJ (2012)
2) Flow Line adalah pipa yang mengalirkan fluida dari sumur ke manifold.
3) Manifold merupakan sistem untuk mengatur aliran dari beberapa sumur yang terdiri atas header pipa untuk produksi.
4) Gathering Line System adalah pipa untuk mengalirkan fluida dari kumpulan sumur-sumur dalam satu cluster (Pad).
Gambar flowline, manifold, dan gathering sistem ditunjukkan pada Gambar 4.3.

Gambar 4.3. Flow line Manifold and gathering Line
Sumber: JOB P-PEJ (2012)
5) Separator
Separator digunakan untuk memisahkan gas, air dan crude oil. Disini menghasilkan fasa gas yang mengandung H2S tinggi yang sebagian diantaranya kemudian diproses di SRU (Sulphur Recovery Unit) untuk dipisahkan kadar sulfurnya sehingga dihasilkan sweet gas sebagai bahan bakar generator turbin dan sebagai absorben di Crude Sweetening Unit (Stripper dan Tank Blanket). Fasa minyak kemudian diproses di Crude Sweetening Unit untuk mengurangi kadar H2S yang masih terlarut dalam minyak. Dalam separator juga terpisahkan fasa air yang merupakan air produksi untuk dipompakan lagi ke dalam sumur injeksi. Gambar separator ditunjukkan pada Gambar4.4.

Gambar 4.4. Separator
Sumber: JOB P-PEJ (2012)
6) Stripper adalah bejana tekan atau vessel yang digunakan untuk mengurangi kandungan H2S yang masih terkandung dalam minyak mentah. Gambar striper ditunjukkan pada Gambar 4.5.

Gambar 4.5. Stripper
Sumber: JOB P-PEJ (2012)
7) Gas Boot
Bentuk umum dari Gas Boot adalah separator yang bentuknya vertikal. Terdapat dua Gas Boot, yaitu Gas Boot untuk minyak dan Gas Boot untuk air. Kedua Gas Boot berfungsi untuk melepaskan gas yang masih terlarut di dalam cairan dan menurunkan tekanan fluida yang masuk ke tangki untuk menghindari kelebihan tekanan di tangki penampung. Hampir sama dengan minyak, air yang sudah dipisahkan di separator langsung menuju ke Gas Boot Water untuk dipisahkan dari gas sisa yang masih terikut dalam air yang kemudian dimasukkan ke tangki dan masuk ke booster kemudian dipompakan ke sumur injeksi di Mudi Pad C sebagai water disposal. Gambar gas boot ditunjukkan pada Gambar 4.6

Gambar 4.7. Gas Boot
Sumber: JOB P-PEJ (2012)
8) Tangki Penimbun Minyak (Oil Storage Tank) adalah tempat penyimpanan minyak mentah yang telah mengalami proses pemisahan dari air dan gas. Gambar oil storage tank ditunjukkan pada Gambar 4.7.

Gambar 4.7. Oil Storage Tank
Sumber: JOB P-PEJ (2012)
9) Tangki Penimbun Air (Water Storage Tank) adalah tangki timbun untuk menampung air terproduksi dari water gas boot. Gambar water storage tank ditunjukkan pada Gambar 4.8.

Gambar 4.8. Water Storage Tank
Sumber: JOB P-PEJ (2012)
10) Pompa Pengirim (Shipping Pump)
Shiping pump berfungsi untuk mengirimkan minyak dari stasiun pengumpul di CPA ke kapal penampungan (tanker) FSO Cinta Natomas. Pompa yang digunakan adalah 2 unit pompa sentrifugal yang digerakkan oleh motor listrik dan 1 unit digerakkan dengan mesin diesel. Minyak dipompa dengan tekanan tertentu. Gambar shipping pump ditunjukkan pada Gambar 4.9.

Gambar 4.9. Shipping Pump
Sumber: JOB P-PEJ (2012)
Peralatan pembantu digunakan untuk menunjang proses produksi sehingga dapat berjalan lancar dan dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan. Proses produksi di CPA JOB P-PEJ menggunakan peralatan , seperti :
1) Sulfur Recovery Unit (SRU)
SRU adalah unit yang berfungsi untuk regenerasi dari H2S liquid menjadi solution katalis yang kemudian digunakan pada absorber untuk mengubah sour gas menjadi sweet gas, sehingga pada SRU selain dihasilkan solution katalis juga didapatkan sulfur cair. Dengan kata lain pada SRU terjadi proses pemisahan antara H2 dan S. Gambar SRU ditunjukkan pada Gambar 4.10.

Gambar 4.10. SRU
Sumber: JOB P-PEJ (2012)
2) Kompresor Gas
Mekanisme kerja kompresor adalah pemampatan yang bertujuan menaikkan tekanan gas. Kompresor yang digunakan di lapangan CPA yaitu kompresor untuk sweet gas. Gambar kompresor gas ditunjukkan pada Gambar 4.11.

Gambar 4.11. Kompressor Gas
Sumber: JOB P-PEJ (2012)
3) Gas Turbin Genset
Gas Turbin Genset digunakan untuk menggerakan generator listrik yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan tenaga listrik dalam proses produksi. Secara umum, proses di gas turbin adalah mengubah gas menjadi tenaga penggerak generator yang kemudian menghasilkan listrik. Gambar gas turbi ganset ditunjukkan pada Gambar 4.12.

Gambar 4.12. Gas Turbine
Sumber: JOB P-PEJ (2012)
4) Flare
Flare merupakan bagian terpenting dalam proses produksi, produksi gas yang diperoleh tidak dapat dimanfaatkan secara keseluruhan sehingga gas tersebut harus segera dibakar agar tidak menyebabkan pencemaran udara dan meracuni masyarakat sekitar. Pembakaran gas itulah yang disebut sebagai flare. Klasifikasi dari flare adalah :
a) Flare LLP (low low pressure) berasal dari gas yang dihasilkan oleh tangki oil, tangki water, tangki kondensat, serta sump tank.
b) Flare LP (low pressure) berasal dari gas yang dihasilkan oil gas boot dan water gas boot.
c) Flare HP (high pressure) berasal dari gas yang dihasilkan oleh separator PV-9900 dan separator PV-9700.
Gambar flare ditunjukkan pada Gambar 4.13.

Gambar 4.13. Flare
Sumber: JOB P-PEJ (2012)
Manajemen perawatan yang diterapkan oleh Pertamina Petrochina East Java ada dua, yaitu:
1. Preventive maintenance
Preventive maintenance adalah suatu perawatan atau pemeliharaan mesin-mesin produksi yang dilakukan pada selang waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Rencana perawatan dibuat dalam rencana tahunan, bulanan, mingguan, dan harian. Perawatan preventif dibedakan menjadi dua kegiatan, yaitu routine maintenance dan periodic maintanance. Routine maintanance merupakan kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara rutin, seperti pembersihan fasilitas dan peralatan. Periodic maintanance merupakan kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara berkala. Pelaksanaan perawatan preventif pada mesin oil shipping pump PP 8300 A dan 8300B selama ini dilaksanakan setiap 1 tahun sekali karena jarang terjadi kerusakan. Pada PP 8300C dilaksanakan perawatan selama 720 jam.
2. Corective maintenance
Corective maintenance adalah melakukan perawatan ataupun perbaikan apabila mesin tersebut telah mengalami kerusakan pada proses pengoperasiannya sehingga untuk dapat melanjutkan proses produksi diperlukan perbaikan keadaan mesin tersebut
IV.2.2 Proses Produksi di CPA
Central Processing Area (CPA) merupakan pusat berkumpulnya fluida dari masing-masing sumur untuk dipisahkan dan hasil pemisahaan minyak dikirim ke FSO “Cinta Natomas”, sebagian gas digunakan pada gas engine, turbin gas (setelah mengalami proses sweetning) dan untuk oil sweetning process. Untuk air diinjeksikan kembali ke dalam resevoir. Proses yang dimaksud menggunakan fasilitas prosuksi di CPA yang bertujuan mengurangi semaksimal mungkin impuritis yang terdapat pada minyak dan gas.
Proses yang digunakan merupakan jenis continuous process, karena proses produksi dilakukan secara terus- menerus. Minyak mentah didapatkan dari sumur-sumur yang masih mengandung banyak air serta gas. Langkah pertama yakni memisahkan kandungan minyak dengan gas dan air. Beberapa tahapan proses prodyksi diantaranya minyak tang becampur dengan air serta gas sebelum memasuki three phase separator akan memasuki manifold yang akan mengalirkan minyak ke separator, kemudian mengumpulkannya dalam satu cluster. Separator akan memisahkan air, minyak dan gas berdasarkan masa jenisnya. Dalam pemisahan ini air berada di bawah dan minyak akan berada diatasnya. ruang kosong diatas minyak akan diisi dengan gas. pipa untuk air berwarna biru, pipa untuk minyak berwarna hijau, dan pipa untuk gas berwarna kuniang.
Dalam proses produksi minyak mentah akan menghasilkan limbah gas H2S yang sangat beracun. Beberapa cirri yang dimiliki seperti telur busuk, mudah terbakar, mudah menyebabkan karat pada besi serta mudah diuraikan dengan air. Gas tersebut akan digunakan untuk power plant dan dibakar pada Flare guna untuk memanajemen limbah. Flare terdiri dari 3 jenis, yaitu high presser flare, low presser flare, dan low – low presser flare. Pembakaran H2S yang dihasilkan dari separator dilakukan dengan high presser flare, pembakaran H2S yang dihasilkan selain dari mesin separator seperti pada SRU dilakukan dengan low presser flare. Pada pembakaran H2S yang dihasilkan dari stripper dilakukan dengan low-low presser flare. Pengubahan sulfur menjadi bubuk (power plant) dilakukan mengunakan SRU (Sulfur recovery unit). Sedangkan gas yang tinggi (sour gas) akan diubah menjadi lebih rendah (Sweet gas).
Kandungan H2S masih terdapat pada minyak yang dihasilkan dari separator, sehingga perlu dilakukan pemisahan melalui stripper. SRU yang menghasilkan sweet gas akan dimasukkan ke dalam stripper hingga terjadi pertukaran antara sour gas dengan kandungan H2S yang banyak terletak di atas minyak dengan sweet gas sehingga minyak memiliki kandungan H2S rendah keluar dari stripper. Crude oil dalam kondisi panas akan di masukkan ke dalam penyimpanan berupa tangki dan akan dipompa ke FSO (Floating Strorage and Offloading) melalui pipe line yang di bawa di laut jawa. Plang terletak diantara tangki dan FSO yang memiliki sistem kerja seperti boiler yang berfungsi sebagai alat pemisah minyak ada pada pipe line. Namun alat tersebut tidak berfungsi dikarenakan minyak dalam kondisi panas, adanya alat tersebut digunakan untuk mengantisipasi terjadinya masalah (emergency).
Kandungan H2S pada air dari separator akan dimasukkan ke dalam water storage tank sebagai tempat penampungan sebelumnya dipisahkan kandungan H2S nya dengan water gas boot. air tersebut digunakan untuk memelihara tekanan sumur, presser maintenance dan disposal (pembuangan) dengan di injeksi kembali.

Gambar 4.14. Diagram Alir Proses Produksi JOB P-PEJ
Sumber: JOB P-PEJ (2012)
IV.3 Tata Letak Fasilitas
Tata letak fasilitas yang ada di Pertamina Petrochina East Java secara keseluruhan meliputi fasilitas kantor, fasilitas eksternal, dan fasilitas produksi yang terletak di CPA. Fasilitas kantor terdiri dari ruang manajer, ruang komputer, ruang accounting, ruang cost control, kamar mandi, dan dapur. Fasilitas eksternal terdiri dari pos satpam, taman, jalan kecil, jalan besar, dan tempat parkir. Fasilitas produksi seperti Tubing Head, Three Phase Separator, Cooler, Sour Gas Scrubber, Coalescing Filter, Absorber, Oxidizer, Sweet gas scrubber, Filter press, Stripper (Crude Sweetening Unit), De-Gassing Boot (gas Boot) dan lainnya
Tata letak fasilitas produksi di pertamina petrochina east java secara keseluruhan sudah cukup optimal dalam kelancaran proses produksi. Area tersebut telah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga dalam proses produksi menjadi lancar dan kendala yang mengakibatkan proses produksi terhambat dapat terkurangi dengan pengaturan fasilitas-fasilitas yang teratur. Tata letak fasilitas Pertamina Petrochina East java dapat dilihat pada Lampiran 4. Penyusunan mesin dan peralatan diatur sedemikian rupa sehingga dapat menghindari terjadinya kecelakaan kerja dan proses produksi dapat berjalan lancar
IV.3.1 Tipe Tata Letak
Tipe tata letak fasilitas Pertamina Petrochina East Java digolongkan ke dalam tipe hybrid layout. Hal ini dikarenakan pertamina petrochina east java mengkombinasikan aspek-aspek pada product layout dan process layout. Pengelompokkan dilakukan berdasarkan produk, tetapi bukan menurut produk akhir. Pengelompokkan berdasarkan pada langkah pemrosesan, bentuk, mesin dan peralatan yang dipakai. Mesin dan peralatan disusun menurut proses produksi dan produk sehingga memudahkan dalam proses produksi. Hybrid layout merupakan layout yang terbaik karena aspek-aspek perbaikan lebih banyak diantaranya jumlah langkah proses berkurang, tidak ada backtraking, jumlah proses pemindahan (transportasi) berkurang dan sistem monitoring proses yang lebih jelas (Purnomo, 2004).
Pertamina Petrochina East Java menyusun desain tata letak dengan penggunaan ruang sedemikian rupa sehingga dapat dicapai tingkat penggunaan yang efektif dan efisien. Pengaturan tersebut memanfaatkan luas area (space) sebaik mungkin untuk penempatan mesin atau fasilitas penunjang proses produksi dan penyusunan peralatan yang digunakan di Pertamina Petrochina East Java berguna bagi kelancaran proses produksi. Hal ini karena PT. Petrochina East Java memiliki banyak mesin dan peralatan dalam proses produksi sehingga membutuhkan tempat yang tepat dalam penerapan tata letaknya.
IV.3.2 Faktor Penyusun Tata Letak di JOB-PPEJ
Banyak faktor umum yang merupakan pertimbangan dalam penyusunan tata letak fasilitas. Beberapa faktor yang diterapkan pada Pertamina – Petrochina East Java dari segi kapasitas produksi, aliran proses produksi, minimasi jarak perpindahan bahan, dan kenyamanan tenaga kerja. Dalam menyusun desain tata letak, Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java (JOB P-PEJ) memberikan space antar masing-masing mesin dan tidak menggunakan sekat atau pemisah antar ruangan karena produk yang dihasilkan hanya berupa Crude Oil dengan menggunakan sistem kontinu.
Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java (JOB P-PEJ) dalam pembuatannya juga memperhatikan keluwesan dan kenyamanan tenaga kerja dalam berproduksi sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Ruang produksi didesain terbuka sehingga udara bisa mengalami sirkulasi dengan baik. Pertamina Petrochina East Java ini telah ditetapkan jalur produksi sedemikian rupa guna meminimasi jarak perpindahan bahan antar satu mesin dengan mesin lain. Mesin dibuat berdekatan tetapi masih ada space yang memberikan kenyamanan bagi tenaga kerja.
Penyusunan tata letak fasilitas produksi Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java (JOB P-PEJ) berdasarkan aliran bahan serta kapasitas produksi. Aliran bahan baku yang datang hingga menjadi produk disusun sehingga dapat mengurangi biaya produksi dari alur bahan dalam proses produksi. Selain itu, kenyamanan tenaga kerja juga sangat diperhatikan karena juga dapat meningkatkan produktivitas dari pertamina petrochina east java
Penyusunan tata letak oleh Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java (JOB P-PEJ) telah sesuai berdasarkan pertimbangan yang dikemukakan oleh Purnomo (2004). Menurut Purnomo (2004), faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menyusun layout adalah sebagai berikut:
1. Produk yang dihasilkan
2. Urutan produksinya
3. Kebutuhan akan ruang
4. Peralatan dan mesin, apakah mesin-mesinnya berat, kalau berat maka diperlukan luas lantai yang lebih kokoh.
5. Maintenance dan replacement
6. Keseimbangan kapasitas (balance capacity)
7. Minimum movement. Sedikit gerak maka biayanya akan lebih rendah.
8. Aliran dari bahan baku
9. Employee area. Tempat kerja harus cukup luas sehingga memberikan kenyamanan bagi tenaga kerja.
10. Service area (WC, tempat ibadah) diatur berdekatan dengan tempat kerja
11. Waiting area. Tempat untuk menyimpan barang-barang sementara sambil menunggu proses selanjutnya
12. Udara dalam pabrik harus diatur sesuai dengan keadaan produk dan pekerja
13. Flexibility. Terutama untuk menghindari perubahan kecil dari produk atau mesin
IV.4 Sanitasi dan Pengolahan Limbah
IV.4.1 Sanitasi
Sanitasi adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan lingkungan dari subjeknya. Misalnya, menyediakan air yang bersih untuk keperluan mencuci tangan, memelihara dan menjaga mesin peralatan. Dapat pula diartikan sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia
(Widyawati, 2002).
Sanitasi di pertamina petrochina east java dilakukan pada beberapa hal yaitu meliputi mesin, peralatan, bangunan, dan tenaga kerja. Pertamina Petrochina East java memberi perhatian yang tinggi terhadap sanitasi lingkungan kerja. Sanitasi penting dilakukan untuk menjaga dan merawat mesin dan peralatan serta gedung tempat produksi dan kantor.
Sanitasi mesin dan peralatan dilakukan setiap hari untuk menjaga kebersihan dan menjaga agar keadaan mesin dan peralatan tetap baik. Pemeriksaan dilakukan terhadap kerja mesin dan peralatan dengan tujuan mengantisipasi terjadinya kerusakan pada saat mesin beroperasi. Pengecekan mesin dilakukan dengan pengecekan terhadap suara mesin dan cara kerja mesin. Jika didapati ada yang mengalami gangguan maka langsung dilakukan perbaikan secepatnya untuk menjaga kesinambungan proses produksi.
Sanitasi bangunan dilakukan dengan cara membersihkan bangunan dari kotoran selama proses produksi. Sanitasi terhadap bangunan dilakukan langsung oleh tenaga kerja. Kebersihan setiap ruangan menjadi tanggung jawab tenaga kerja yang bertugas di ruangan tersebut. Sanitasi bisa dilakukan sebelum dan setelah bekerja ataupun pada saat bekerja. Sanitasi bangunan ini dilakukan untuk memberikan suasana yang rapi, indah, bersih, dan dapat memberikan kenyamanan serta kesenangan pada tenaga kerja pada saat bekerja.
Sanitasi tenaga kerja dilakukan dengan memberikan perlengkapan bagi keselamatan tenaga kerja. Pertamina Petrochina East Java sangat memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan kerja bagi para tenaga kerjanya. Hal ini diwujudkan dengan berbagai perlengkapan mulai seragam kerja, helm, ear plug, safety shoes, dan sarung tangan.
IV.4.2 Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah
Jenis limbah yang dihasilkan oleh Pertamina petrochina East Java dapat digolongkan menjadi air terproduksi, Limbah cair Domestik, Limbah Padat Domestik, Limbah Padat Operasi Produksi, dan limbah gas
Penanganan Limbah JOB PPEJ
1. Air terproduksi
Air terproduksi yang ditimbulkan dari proses produksi di CPS Mudi sebesar 28.000 BWPD. Air terproduksi tersebut kemudian dialirkan menuju separator unit untuk menurunkan kadar minyaknya. Sebanyak 20.000 BWPD air terproduksi dibuang ke dalam sumur mudi #6 (Disposal Well) dan 4.000 BWPD dibuang ke dalam sumur mudi # 7 (Disposal Well). Air terproduksi yang dibuang tersebut sudah terolah dan berkadar minyak dibawah 25 ppm.
Crude oil yang diterima di FSO masih mempunyai kadar air ikut terkirim melalui jaringan pipa. Crude oil yang dikirim tersebut ditampung dalam compartment (tangki-tangki) di FSO Cinta Natomas, setelah setting – beberapa lama air yang terpisah ditampung dalam slope tank. Melalui pemanasan dan pengendapan beberapa waktu setelah air tersebut memiliki pemanasan dan pengendapan beberapa waktu setelah air tersebut memiliki oil content kurang dari 50 ppm dibuang ke laut melalui saluran pemisah / siphon. Pembuangan tersebut bersifat tidak terus menerus melainkan batch system sesuai kondisi operasi harian, dengan sejumlah pembuang + 2000-4000 bbls/hari.
2. Limbah Cair Domestik
Limbah domestic yang dihasilkan dari aktivitas para pekerja di Blok Tuban akan ditampung dalam setic tang yang tersebar dibeberapa lokasi kegiatan. Septictank sudah memperhitungkan jumlah pekerja yang ada dan secara berkala akan dikuras / disedot melalui kerja sama dengan dinas kebersihan setempat.
3. Limbah padat Domestik
Limbah padat domestic dari aktivitas perkantoran seperti kertas dan sisa bahan makanan akan ditampung dan selanjutnya dibuang ke tempat pembuangan akhir di Tuban dan Bojonegoro atau tempat lain yang ditentukan oleh pemerintah kabupaten Setempat.
4. Limbah Padat Operasi Produksi
Limbah padat sisa atau bekas operasi produksi (yang masih berupa asset) akan dikumpulkan dan disimpan dalam gudang untuk pemanfaatan lebih lanjut. Sementara limbah padat yang bahan bakunya disediakan oleh kontraktor (jika sedang berlangsung pembangunan proyek di JOB PPEJ) akan dibawa kembali oleh kontraktor tersebut.
5. Limbah Gas
Gas yang dihasilkan dari proses pemindahan fluida adalah sebanyak 12 MMscdf, dimana 4 MMscdf gas yang keluar dari SRU dimanfaatkan untuk power plant sedangkan sisanya sebanyak 8 MMscdf dibakar di flare stock CPA Mud. Flare stack yang dibangun di CPA udi sebanyak 4 (empat) unit, masing – masing setinggi 30 meter dan diameter pipa falre stack 8” dengan kecepatan pembuangan gas diujung flare 0,2 MMsdf. Baffer zone, berupa lahan petani yang disewakan, setelah disediakan pada radius + 50 m. Limbah CO2 dibuang ke atmosfer melalui pembakaran di flare stack dan pada proses boiler power plant.
IV.5 Pemasaran
pemasaran adalah suatu kombinasi dari tugas manajemen dan keputusan yang ditujukan untuk memenuhi peluang dan ancaman dalam lingkungan yang dinamis sehingga pasar dapat mengarah pada pemenuhan kebutuhan konsumen dan keinginan sehingga tujuan dari perusahaan, konsumen dan masyarakat tercapai. (Cant, 2009).
Pemasaran bertujuan untuk menjual produk dengan strategi pemasaran yang ada dari tiap perusahaan, baik dari segi place, product, price ataupun promotion. Dari segi tempat, tempat transaksi jual beli minyak bumi tetap yaitu di FSO Cinta Natomas yang merupakan sebuah kapal yang didirikan di laut Jawa. Pendirian FSO di laut untuk kemudahan dalam transaksi jual beli dengan pihak pembeli baik dari dalam maupun dari luar negeri, juga bertujuan untuk safety. Dengan kata lain, jika terjadi kebakaran di FSO tersebut maka tidak akan merambat ke daerah yang lain karena berada di tengah laut
Dilihat dari segi produk, produk yang dijual berupa minyak bumi yang masih harus diolah sedemikian rupa untuk dijadikan bahan bakar lain seperti bensin, solar dan sebagainya oleh pihak yang membeli produk tersebut. Produk JOB P-PEJ Tuban yang dijual di FSO Cinta Natomas bernama Mudimix. Mudimix merupakan perpaduan antara minyak yang dihasilkan oleh lapangan Mudi dan minyak yang dihasilkan oleh lapangan Sukowati dan Lengowangi. Pencampuran minyak sebelum dengan tujuan untuk menyamaratakan kandungan yang ada pada minyak. Sehingga dengan kandungan yang ada tersebut dapat diolah menjadi bahan bakar yang lain.
Dilihat dari segi harga, produk berupa crude oil Mudimix ini dijual baik di dalam maupun di luar negeri dengan harga yang berbeda setiap bulannya. Seperti pada tahun 2012, hargaminyak bumi Mudimix dijual sebesar 111,45 US$/ barrels. Pada pemasaran minyak bumi ini tidak dilakukan kegiatan promosi karena telah terdapat kerja sama dengan pihak-pihak pembeli baik di dalam maupun di luar negeri. Pemasaran yang dilakukan cenderung lebih banyak di dalam negeri hal tersebut disebabkan kebutuhan minyak bumi di dalam negeri yang belum mencukupi, sedangkan pemasaran yang dilakukan di luar negeri misalnya di Australia, Amerika Serikat dan lain sebagainya.
V. TUGAS KHUSUS
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
DI PT PERTAMINA PETROCHINA EAST JAVA TUBAN
Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOB-P PEJ) merupakan salah satu bentuk hubungan kerja sama di dalam bidang eksplorasi minyak dan gas bumi yang terdapat di Indonesia khususnya pada daerah jawa timr yang terdapat di kecamatan soko, kabupaten Tuban yang berjarak + 30 km disebelah barat daya kota Tuban atau + 10 km di sebelah timur laut kota Bojonegoro. Perusahaan ii mempunyai jenis kontrak yaitu Production Sharing Contracto (PSC) – JOB dengan masa kontrak selama 30 tahun. Wilayah kerja JOB Pertamina – Petrochina East Java Blok Tuban meliputi 6 Kabpaten Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Sidoharjo dan Mojokerto dengan luas 1,4878 Km2.
V.1 Perencanaan Sumber Daya Manusia
Perencanaan SDM adalah proses mengantisipasi dan membuat ketentuan (persyaratan) untuk mengatur arus gerakan tenaga kerja ke dalam, di dalam, dan ke luar organisasi. Perencanaan SDM juga dapat diartikan sebagai suatu perencanaan yang bertujuan mempertahankan dan meningkatkan kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan melalui strategi pengembangan kontribusi pekerjanya di masa depan (Sutjipto, 2002).
Pertamina Petrochina East Java dipimpin oleh satu field manager. Field manager ini akan mengatur sumua kegiatan di pertamina petrochina east java agar dapat berjalan dengan lancar sehingga semua target yang direncanakan dapat tercapai sesuai dengan harapan. Sumber daya manusia yang terdapat di pertamina petrochina east java terdiri 3 departmen yakni administrasi, operation, dan health safety and environment. Setiap department memiliki anggota yang memiliki tugas masing-masing. Struktur organisasi pada Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java (JOB P-PEJ) dapat dilihat pada lampiran 2.
Struktur yang digunakan adalah struktur organisasi fungsional. Hal ini dikarenakan, wewenang dari pimpinan tertinggi (field manager) dilimpahkan kepada kepala head department (supertenden) yang mempunyai jabatan fungsional untuk dilimpakan kepada para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus (kepala secsion/ supervisor). Setiap section pekerjaan memiliki target yang jelas dan pasti. Jumlah Tenaga Kerja pada Desember 2012 secara keseluruhan tercatat sebanyak 1.036 karyawan dengan status karyawan yang dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu :
a) Karyawan Pertamina
Karyawan Pertamina merupakan tenaga kerja yang ditugaskan oleh pihak Pertamina sendiri. Untuk Mudi Field Blok Tuban sendiri berjumlah kurang lebih 9 orang pekerja.
b) Karyawan Petrochina
Karyawan Petrochina merupakan tenaga kerja yang ditugaskan oleh pihak Petrochina sendiri. Untuk Mudi Field Blok Tuban berjumlah kurang lebih 157 pekerja.
c) Karyawan Third Party
Karyawan di luar Pertamina dan Petrochina, terdiri dari tenaga kerja yang berasal dari kontraktor. Secara keseluruhan terdapat 963 pekerja. Jumlah tenaga kerja JOB P-PEJ dapat dilihat pada Tabel 5.1.
Jenis tenaga kerja di Pertamina Petrochina East Java dibagi berdasarkan beberapa kriteria. Berdasarkan status perbantuan dan status kepegawaian serta golongan pegawai , yaitu:
a. Berdasarkan status karyawan, dibagi menjadi dua, yaitu:
- Tenaga kerja staf
Tenaga kerja staf adalah tenaga kerja yang bertanggung jawab memimpin setiap section maupun departemen pada perusahaan. Tenaga kerja staf meliputi field manager, supertenden (pimpinan setiap departemen) maupun supervisor (pimpinan setiap section)) . Jumlah staf atau karyawan di Pertamina Petrochina East Java adalah orang. Tenaga kerja staf dibagi menjadi dua yaitu staff
kontrak maupun staff non kontrak. Tenaga staf terdiri dari supervisor dan supertenden
- Tenaga kerja nonstaf
Tenaga kerja nonstaf adalah tenaga kerja yang kedudukannya berada dibawah staf (field manager, supertenden dan supervisor). Tenaga kerja nonstaf di Pertamina petrochina East java berjumlah 99 orang yaitu jumlah dari non staff kontrak dan non staff reguler. Tenaga kerja ini terdiri dari tenaga kerja bagian kantor, tenaga kerja fireman, tenaga kerja operasi serta tenaga kerja yang dibawahi oleh supervisor
Tabel 5.1. Jumlah Tenaga Kerja
No | Departemen | Jumlah Pekerja | |
Karyawan (Non Kontraktor) | Kontraktor | ||
1 | Management | 2 | 1 |
2 | Field Admin | 70 | 112 |
3 | Production | 34 | 80 |
4 | Construction & Maintenance | 31 | 121 |
5 | Marine Terminal | 3 | 72 |
6 | HSE | 20 | 56 |
7 | Drilling | 9 | 517 |
8 | Jakarta Office | 63 | 48 |
9 | Project | 3 | 29 |
TOTAL | 235 | 1.036 | |
Sumber: JOB P-PEJ (2013)
Tabel 5.2. Pembagian Golongan Pegawai
Golongan Pegawai | Status Perbantuan | Status Kepegawaian |
Staff | 1.PHE Seconde 2.PCI Seconde 3.JOB Recruitment 4. TPC | 1. Reguler / Permanen 2. DC / Direct contract |
Non Staff | 1.PHE Seconde 2.PCI Seconde 3.JOB Recruitment 4. TPC | 1. Reguler / Permanen 2. DC / Direct contract |
Sumber: JOB P-PEJ (2013)
b. Berdasarkan keterlibatan proses produksi, jenis tenaga kerja dibagi menjadi dua, yaitu tenaga kerja langsung dan tidak langsung. Tenaga kerja langsung yaitu tenaga kerja yang terlibat langsung dalam proses produksi. Tenaga kerja langsung di Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java (JOB P-PEJ) adalah tenaga kerja yang khusus menangani proses produksi. Tenaga kerja langsung meliputi bagian produksi yakni bagian Field Operation meliputi Engineering, marine terminal, production, cost and maint serta bagian Health Safety and Environment (Medical, Safety, Environment dan H2S). Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang terlibat tapi tidak secara langsung dalam kegiatan produksi. Tenaga kerja tidak langsung yang terdapat di Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java (JOB P-PEJ) ini meliputi tenaga kerja bagian Field Administration meliputi Accounting, Cost Control, HRD, Gas, ICT, Security, PR & LC, Mat & Log dan Surabaya Office.
c. Berdasarkan sistem kerja yakni tenaga kerja tetap dan tenaga kerja tidak tetap. Tenaga kerja tetap terdiri dari tenaga kerja staff dan non staff reguler. Tenaga kerja tetap adalah tenaga kerja yang bekerja sesuai dengan pekerjaan yang diberikan oleh Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java (JOB P-PEJ) dan bekerja hingga masa kerjanya habis atau pensiun. Tenaga kerja tidak tetap/non staff kontrak adalah pekerja yang tidak terikat dengan Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java (JOB P-PEJ) . Hak tenaga kerja lepas yaitu mendapat upah sesuai kerjanya atau waktu kerja mereka, akan tetapi tetap sesuai dengan golongannya.
Tenaga kerja (sumber daya manusia) bekerja berdasarkan jam kerja yang telah ditentukan. Waktu kerja yang diterapkan di Pertamina Petrochina Easst Java yaitu waktu kerja umum atau nonshift dan tenaga kerja shiff. Pembagian jam kerja untuk tenaga kerja nonshitf tampak pada Tabel 5.3 dan untuk tenaga kerja shiff tampak pada tabel 5.4. Di Pertamina Petrochina East Java, waktu kerja yang berlaku adalah 2 minggu dengan jam kerja 12 (dua belas) jam per hari dan 1 minggu libur dengan waktu istirahat 60 menit kecuali untuk hari Jumat. Pada hari Jumat, tenaga kerja waktu istirahatnya 120 jam
Tabel 5. 3. Pembagian Jam Kerja Tenaga Kerja Nonshift
Hari | Jam Kerja | Istirahat |
Senin-Kamis | 06.00-18.00 | 12.00-13.00 |
Jumat | 06.00-18.00 | 11.00-13.00 |
Sumber: JOB P-PEJ (2013)
Tabel 5.4. Pembagian Jam Kerja Shift Tenaga Kerja
Bagian | Shift | Jam Kerja | Istirahat | Cofee Break |
Produksi, safety, klinik, radiologi | Siang | 06.00-18.00 | 12.00-13.00 | - |
Malam | 18.00-06.00 | 24.00-01.00 | - | |
Non produksi, safety, klinik, radiologi | Siang | 06.00-18.00 | 12.00-13.00 | - |
FSO Cinta Natomas | Siang | 06.00-18.00 | 12.00-13.00 | 09.00-09.30 |
Malam | 18.00-06.00 | 24.00-01.00 | 03.00-03.30 |
Sumber: JOB P-PEJ (2013)
Perencanaan SDM (human recources planning) sangat penting karena pada tahap ini akan dilakukan pembuatan sebuah perencanaan tenaga kerja secara efektif serta efisien agar sesuai dengan kebutuhan di pertamina petrochina east java dalam membantu mencapai target dan mewujudkan tujuan. Tujuan dan kegunaan perencanaan SDM adalah mengetahui ketersediaan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tugas-tugas pada masa yang akan datang sehingga dapat memastikan bahwa kegiatan di CPA dapat terlaksana dengan baik. Apabila ketika diramalkan ada kekurangan SDM pada bagian pekerjaan tertentu, maka dapat dilakukan perekrutan SDM baru atau transfer tenaga kerja dari bagian lain sehingga tidak mengganggu kegiatan di pertamina petrochina east java.
Pada perencanaan SDM ini, akan direncanakan baik itu kualitas maupun kuantitas SDM untuk masing-masing pekerjaan. Perencanaan SDM yang dilakukan meliputi pembuatan rencana kerja tahunan, rencana kerja bulanan, dan rencana kerja harian. Rencana kerja tahunan dibuat pada akhir bulan tahun sebelumnya sehingga dapat dilakukan revisi. Hal ini dimaksudkan agar pada awal bulan tahun yang direncanakan maka rencana kerja tahunan tersebut dapat dijalankan. Pada setiap bulan juga terdapat rencana kerja bulanan sehingga dapat diketahui kegiatan apa saja yang akan dilakukan pada bulan tersebut dan apa saja yang menjadi target yang harus dicapai. Rencana kerja harian dibuat pada satu hari sebelumnya sehingga dapat diketahui kegiatan apa yang akan dilakukan pada hari tersebut dan juga dapat dilakukanh perhitungan kuantitas SDM yang dibutuhkan untuk melakukan masing-masing pekerjaan.
Perencanaan sumber daya manusia yang baik dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya dari aspek sumber daya manusia. Fokus perhatian perencanaan sumber daya manusia ditujukan pada peningkatan profit peruusahaan. Proses penentuan tersebut dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
a. Analisis faktor-faktor penyebab perubahan kebutuhan sumber daya manusia.
b. Peramalan kebutuhan sumber daya manusia.
c. Penentuan kebutuhan sumber daya manusia di masa yang akan datang.
d. Analisis ketersediaan (supply) sumber daya manusia dan kemampuan perusahaan.
e. Penentuan dan implementasi program.
Pada tahap perencanaan telah jelas deskripsi pekerjaan dari masing-masing tenaga kerja (SDM). Setiap bagian memiliki tugas yang berbeda. Adapun tugas tenaga kerja yang terdapat di pertamina petrochina east java, terdapat pada lampiran 3
V.2 Rekrutmen dan Seleksi SDM
Menurut Simamora (2004), rekrutmen (recruitment) merupakan aktivitas yang dirancang untuk memperoleh pelamar kerja yang memenuhi persyaratan perusahaan. Aktivitas rekrutmen biasanya diselenggarakan oleh human resource department (HRD), tetapi departemen lainnya dapat pula terlibat dalam hal penyediaan deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan guna membantu upaya rekrutmen.
Rekrutmen di pertamina petrochina east java dilakukan dengan cara memberikan informasi secara lisan dari mulut ke mulut bahwa ada penerimaan tenaga kerja. SDM yang direkrut adalah berasal dari warga sekitar perusahaan ataupun dari keluarga pekerja di Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java (JOB P-PEJ) . SDM manusia yang direkrut juga bisa berasal dari rekomendasi dari kantor pusat.
Sumber daya manusia yang akan menempati posisi penting seperti staff diperoleh dari proses rekrutmen yang dilakukan secara terpusat oleh PT.Petrochina East Java yakni di Jakarta. Proses rekrutmen juga dilakukan dengan cara memberikan informasi kepada perguruan tinggi yang menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas di bidangnya. Selanjutnya, SDM tersebut akan direkrut untuk mengisi posisi tertentu.
Seleksi SDM di Pertamina Petrocina East java ini dilakukan apabila jumlah pelamar lebih banyak daripada jumlah yang dibutuhkan. Seleksi di perkebunan ini dilakukan berdasarkan kesehatan dan keterampilannya. Tenaga kerja tersebut pada awal akan di lakukan uji coba selama tiga bulan. Apabila dirasa kinerja dalam tiga bulan tersebut cukup bagus maka akan dipetahankan, akan tetapi apabila kinerjanya kurang bagus akan dihentikan.
Syarat tenaga kerja di pertamina petrochina east java untuk bisa menjadi tenaga kerja tetap adalah tenaga kerja tersebut harus terlebih dahulu melakukan tes kepribadian, interview kepada user (penguna) dan HRD tes terakhir adalah MCU (Medical Check Up). Hal ini dimaksudkan agar dapat diketahui kesehatan dari tenaga kerja sehingga tidak mengganggu kerja yang akan dilakukan. Tenaga kerja untuk kegiatan di pertamina petrohina lebih banyak dipilih yang berjenis kelamin laki-laki. Hal ini dikarenakan pekerjaan ini sulit untuk dilakukan apabila mereka tidak terbiasa serta dibutuhkan target perusahaan. Tenaga kerja berjenis kelamin wanita hanya diperuntukan pada departmen administrasi dikarenakan membutuhkan ketelitian yang tinggi.
Untuk perekrutan terhadap staf akan dilakukan secara terpusat berdasarkan kualifikasi yang dibutuhkan oleh pihak manajemen, Pada bagian tersebut akan di seleksi oleh end user yang memiliki keterkaitan dengan pekerjaan tersebut. terdapat juga perekrutan karyawan nonstaf. Perekrutan ini tidak dilakukan secara terpusat tetapi dilakukan oleh Pertamina Petrochina East Java serta berdasarkan Kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan ditentukan oleh pihak manajemen Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java (JOB P-PEJ)
V.3 Pelatihan dan Pengembangan
Pembinaan sumber daya manusia berarti kegiatan yang dilakukan terhadap keberadaan sumber daya manusia dalam perusahaan agar mereka lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam pekerjaan yang telah dibebankan kepadanya. Pelatihan adalah suatu proses dimana orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, proses ini terkait dengan berbagai tujuan organisasi. Pelatihan menyediakan para pegawai dengan pengetahuan yang spesifik dan dapat diketahui serta keterampilan yang digunakan dalam pekerjaan mereka saat ini. Terkadang ada batasan yang ditarik antara pelatihan dengan pengembangan, dengan pengembangan yang bersifat lebih luas dalam cakupan serta memfokuskan pada individu untuk mencapai kemampuan baru yang berguna baik bagi pekerjaannya saat ini maupun di masa mendatang (Mathis and Jakcson, 2002).
Pelatihan atau training adalah suatu kegiatan yang bermaksud untuk memperbaiki dan mengembangkan sikap, tingkah laku, keterampilan, dan pengetahuan dari tenaga kerja sesuai dengan keinginan perusahaan. Pelatihan merupakan suatu proses untuk melengkapi tenaga kerja (sumber daya manusia) dengan keterampilan khusus untuk memperbaiki pelaksanaan pekerjaan yang tidak efisien. Program pelatihan merupakan salah saru agenda rutin tahunan yang dilakukan oleh pihak Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java. Karena pelatihan dinilai sebagai kegiatan yang penting. Hal ini bertujuan agar dapat menambah dan meningkatka kompetensi yang dimiliki oleh karyawan. Biasanya dalam satu tahun bisa lebih dari satu kali diadakannya program pelatihan, tergantung dari urgensi dan kebutuhan pelatihan dari setiap departmen atau section
Pengadaan dan penyelenggaraan program pelatihan di lingkungan Joint Operating Body, Pertamina – Petrochina East Java telah menjadi tugas dan tanggung jawab dari HRD section yang terdapat dalam Field Administration Department. HRD section diberikan tugas dan tanggung jawab untuk menyusun, mengagendakan dan menyelenggarakan program pelatihan tahunan secara rutin yang ditunjukan kepada seluruh karyawan yang ada dilingkungan perusahaan, dengan menyesuaikan bidang kerja yang ditangani atau menyesuaikan dengan departmen dan section yang ada.
Agenda program pelatihan yang diadakan oleh pihak Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java melalui HRD section terdapat 2 macam yaitu on the job training dan Off the job training. On the Job training yang diselengarakan berupa in house training diselengarakan oleh internal perusahan dan diadakan didalam lingkungan perusahaan. Sedangkan program pelatihan dengan cara Off the job training diselengarakan dengan kerja sama antara pihak Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java melalui HRD section dengan lembaga diklat yang berhubungan dengan bidang pekerjaan. Seperti STEM Akamigas dan Lembaga pelatihan yang berhubungan dengan perminyakan dan pertambangan Dalam pengembangan sumber daya manusia selain melakukan agenda rutin program pelatihan dilakukan strategi mengembangkan sumber daya manusia, melalui beberapa langkah yakni:
1. Sistem perekrutan yang sistematis untuk memilih kandidat-kandidat potensial dari seluruh Indonesia.
2. Sistem pengembangan karyawan yang terorganisir dan konsisten yang dimulai dari awal karir. Sistem ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi karyawan meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
3. Mengembangkan suatu sistem penghargaan terhadap karyawan yang didasarkan atas kinerja (Performance Based Management). Sebuah sistem kesejahteraan dan kompensasi yang kompetitif juga dikembangkan untuk menyediakan perlindungan bagi karyawannya berdasarkan pada standar perusahaan dan peraturan lokal.
4. Hubungan industrial yang memprioritaskan pada terciptanya lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan harmonis. Program ini akan mendukung pencapaian produktifitas, kualitas kerja, dan efisiensi yang tinggi.
V.4 Penilaian Prestasi Kerja
Menurut Siagian (2004), penilaian prestasi kerja mempunyai peranan penting bagi perusahaan. Penilaian prestasi kerja dapat membantu pihak manajemen dalam pengambilan keputusan tentang berbagai hal, seperti identifikasi kebutuhan program pendidikan dan pelatihan, rekrutmen, seleksi, penempatan, promosi, sistem kompensasi, dan berbagi aspek lain dari keseluruhan proses manajemen sumber daya manusia secara efektif.
Penilaian kinerja SDM di pertamina petrochina east java dilakukan oleh supervisor terhadap karyawan, hasil penilaian tersebut nantinya akan di berikan kepada supertenden dan akan distorkan ke field manager, selanjutnya untuk penilaian pada supervisor akan di nilai oleh supertenden, dan akan distorkan kepada field manager. Untuk penilaian supertenden akan dilakakukan langsung oleh field manajer, Hal ini dikarenakan posisi paling tinggi di petrochina east java adalah field manager. Penilaian untuk field manager akan dilakukan langsung oleh dari kantor pusat yakni general manager dengan melakukan penilaian kinerja secara kesuluruhan yang terdapat di pertamina petrochina east java
Penilaian prestasi kerja ini akan dapat membantu atasan untuk membuat suatu keputusan manajemen, misalnya rotasi, demosi ataupun promosi. Tenaga kerja buruh (non staff) dinilai kinerja dan behaviour-nya oleh supervisor masing-masing secsion. Apabila tenaga kerja tersebut menunjukkan kinerja dan behaviour yang baik maka supervisor (secsion head) tersebut akan membuat sebuah rekomendasi yang ditujukan kepada departemen head (superitenden) . Tenaga non staff dapat meningkat karirnya menjadi staff. Jenjang karir tertinggi di pertamina petrochina east java adalah staf (field manager).
V.5 Kompensasi
Kompensasi merupakan apa yang diterima karyawan sebagai ganti kontribusi mereka kepada perusahaan. Terminologi kompensasi sering digunakan secara bergantian dengan administrasi gaji dan upah, kendati demikian sesungguhnya kompensasi merupakan konsep yang lebih luas. Kompensasi dapat membantu perusahaan mencapai tujuannya serta memperoleh, memelihara, dan mempertahankan tenaga kerja yang lebih produktif (Simamora, 2004).
Sistem kompensasi di petrochina east java berdasarkan Standart yang berlaku. Sistem kompensasi diatur menurut status karyawan, jam kerja, lamanya kerja, jabatan, dan prestasi dalam bekerja. Kompensasi terbagi menjadi dua yaitu kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung. Berdasarkan sistem kompensasi langsung, tenaga kerja atau sumber daya manusia di Pertamina Petrochina East Java dibedakan menjadi:
1. Staf
Kompensasi langsung yang diterima staf adalah berupa gaji. Gaji merupakan uang yang dibayarkan kepada pegawai atas jasa pelayanan yang diberikan secara perbulan di akhir bulan.
2. Sistem Kerja Upah Harian (SKUH)
SKUH merupakan pemberian upah bagi sumber daya manusia atau tenaga kerja tetap harian. Pemberian upah berdasarkan atas perhitungan hari kerja.
3. Upah
Sistem pengupahan di Pertamina Petrochina East Java ditetapkan berdasarkan UMR (Upah Minimum Regional). Sistem pengupahan diatur menurut status karyawan, jam kerja, lamanya kerja, jabatan, dan prestasi dalam bekerja. Penetapan upah dan gaji di Pertamina Petrochina East Java sebagai berikut:
- Upah harian
Upah harian yaitu upah yang diberikan berdasarkan perhitungan hari masuk kerja tenaga kerja. Pembayaran upah harian dilakukan setiap satu bulan sekali.
- Upah lembur
Sistem pengupahan lembur ini berbeda dengan sistem pengupahan harian dan bulanan. Jam lembur adalah jam dimana saat tenaga kerja bekerja melebihi dari jam kerja normal yang sudah ditetapkan (lebih 12 kerja dalam satu hari). Kerja diluar jam kerja standart uu no 13 tahun 2013. Lembur hari kerja biasa 200% (2x tarif lembur kerja).
- Upah makan merupakan sumber daya manusia dalam status yang berbeda, memiliki standart upah makan yang berbeda, dimana pemberian upah adalah berdasarkan perhitungan hari kerja.
Selain itu, tenaga juga mendapatkan kompensasi langsung berupa premi hadir. Premi hadir ini diberikan pada karyawan berdasarkan atas kemampuan perusahaan dan tingkat kehadiran pekerja. Pada Pertamina Petrochina East Java juga terdapat kompensasi tidak langsung. Kompensasi tidak langsung yang diterima tenaga kerja adalah sebagai berikut:
1. JAMSOSTEK (Jaminan Sosial Tenaga Kerja)
Setiap pekerja yang bekerja dalam perusahaan ini akan diikutsertakan dalam program JAMSOSTEK yang meliputi jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan jaminan hari tua. Jaminan kesehatan yang diperoleh tenaga kerja meliputi biaya rawat jalan dan rawat inap, biaya kacamata bagi yang memakai kacamata, dan biaya chek-up kesehatan secara rutin. Disamping itu, perusahaan juga memberikan seragam untuk tenaga kerja dan beberapa sarana lain untuk menjaga keselamatan bekerja berupa sepatu safety, masker, dan helm pelindung kepala.
2. Tunjangan
Tunjangan yang diperoleh tenaga kerja berupa Tunjangan Hari Raya (THR). THR keagamaan merupakan tunjangan yang diberikan oleh perusahaan berkenaan dengan hari raya keagamaan yang setiap tahun diberikan kepada pekerja. Biasanya, THR diberikan dua minggu sebelum menjelang hari raya.
3. Cuti
Cuti merupakan waktu yang diizinkan perusahaan kepada pekerja untuk tidak masuk bekerja. Tenaga kerja diberi hak untuk cuti tergantung golongan pekerja dan massa kerja.
Tabel 5.5. Jadwal kerja berdasarkan Golongan kerja
Golongan | Masa Dinas | Jadwal Kerja (hari kalender) | Jadwal kerja (hari kerja) |
Non–Staff Staff & Eksekutif | 1 tahun tetapi kurang dari 5 tahun | 14 hari 21 hari | 12 hari 15 hari |
Non–Staff Staff &Eksekutif | 5 tahun tetapi kurang dari 10 tahun | 21 hari 30 hari | 15 hari 22 hari |
Non–Staff Staff &Eksekutif | 10 tahun ke atas | 30 hari 30 hari | 22 hari 22 ari |
4. Pengembangan Karir
Tenaga kerja mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan jenjang karirnya dengan cara melakukan kerja sebaik mungkin.
5. Fasilitas
Tenaga kerja mendapatkan berbagai fasilitas dari perusahaan, yaitu fasilitas mass, tempat ibadah, kendaraan, klinik, dan musola
V.6 Fasilitas Pendukung
Pertamina Petrochina East Java menyediakan fasilitas pendukung bagi pekerjanya baik kebutuhan jasmani maupun rohani. Fasilitas ini disediakan untuk dapat meningkatkan kemampuan yang dimiliki pekerja sehingga dapat meningkatkan semangat kerja dan memperbaiki produktivitas perusahaan dan karyawan. Fasilitas-fasilitas yang tersedia meliputi :
a. Mess
Semua pekerja tetap mendapatkan Mess yang terletak di dekat pabrik. Fasilitas mess didukung dengan aliran listrik dan air. Mess dari perusahaan dapat dihuni oleh pekerja beserta keluarganya selama bekerja di Pertamina-Petrochina east Java
b. Tempat ibadah
Fasilitas tempat ibadah berada di lingkungan perumahan karyawan guna meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
c. Kendaraan
Kendaraan merupakan fasilitas yang disediakan oleh perusahaan khusus untuk karyawan yang bekerja di Petamina-petrochina. Pengadaan Kendaraan ini meringankan beban pekerja dalam hal transportasi perusahaan yang relatif jauh dari tempat tinggal.
d. Poliklinik
Poliklinik merupakan fasilitas kesehatan yang disediakan oleh Pertamina Petrochina East Java. Poliklinik ini melayani masalah kesehatan baik pekerja maupun keluarganya.
e. Alat Pelindung Diri (APD) dan Pakaian Seragam
Setiap karyawan mendapatkan APD secara rutin setiap satu tahun sekali. APD yang disiapkan perusahaan meliputi shoes safety, ear flug, helm, dan masker,. APD yang diberikan kepada tenaga kerja tergantung dimana bagian kerja dari tenaga kerja tersebut. Hal ini dilakukan oleh perusahaan demi menunjang keselamatan dan keamanan kerja karyawan. Tenaga kerja juga mendapatkan pakaian seragam sebanyak dua stel dalam setahun.
V.7 Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Menurut Ridley (2004), kesehatan merupakan unsur penting agar manusia dapat menikmati hidup yang berkualitas, baik di rumah maupun dalam pekerjaan. Kesehatan juga merupakan faktor penting menjaga keberlangsungan sebuah organisasi. Kesehatan kerja adalah kondisi yang dapat mempengaruhi kesehatan para pekerja.
Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang benar-benar menjaga kesehatan dan keselamatan karyawannya dengan membuat aturan tentang kesehatan dan keselamatan kerja yang dilaksanakan oleh seluruh karyawan dan pimpinan perusahaan. Perlindungan tenaga kerja dari bahaya dan penyakit akibat kerja atau akibat dari lingkungan kerja sangat dibutuhkan oleh karyawan agar karyawan merasa aman dan nyaman dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tenaga kerja yang sehat akan bekerja produktif sehingga diharapkan produktivitas kerja karyawan meningkat yang dapat mendukung keberhasilan bisnis perusahaan dalam membangun dan membesarkan usahanya.
Setiap tenaga kerja di Pertamina Petrochina East java difasilitasi alat pelindung diri (APD). APD adalah kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja dan orang di sekelilingnya. Adapun alat pelindung diri yang digunakan oleh tenaga kerja di Pertamina Petrocina East Java meliputi:
- Safety Helmet
Berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda yang bisa mengenai kepala secara langsung
- Safety Shoes
Berfungsi sebagai alat pengaman saat bekerja di tempat yang becek ataupun berlumpur. Safety shoes kebanyakan di lapisi dengan metal untuk melindungi kaki dari benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dan sebagainya.
Bentuk kecelakaan kerja di pertamina petrochina east java misalnya tertimpa alat-alat berat, mata terkena debu atau kotoran, terhirup gas H2S yang di hasilkan dari proses produksi. Apabila hal tersebut terjadi maka akan dilakukan pertolongan pertama atau dengan membawa korban ke pusat kesehatan atau pun klinik terdekat dengan mobil ambulance serta peralatan – peralatan lainnya. Apabila kecelakaan tersebut cukup serius sehingga membutuhkan tindakan medis lebih lanjut maka korban akan dibawa ke rumah sakit terdekat. Adapun biaya pengobatan untuk tenaga kerja yang mengalami kecelakaan saat bekerja akan ditanggung oleh pihak perusahaan.
V.8 Pemberhentian Kerja
Hasibuan (2003) menjelaskan beberapa alasan karyawan diberhentikan dari perusahan, antara lain undang-undang, keinginan perusahaan, keinginan karyawan, pensiun, kontrak kerja berakhir, meninggal dunia, dan perusahaan dilikuidasi. Pemberhentian karyawan atau tenaga kerja hendaknya berdasarkan atas peraturan dan perundangan-undangan yang ada agar tidak menimbulkan masalah, dilakukan dengan cara sebaik-baiknya, maka dengan demikian dapat terjalin hubungan informal yang baik antara perusahaan dengan mantan pegawai (Hariandja, 2002).
Hubungan kerja adalah hubungan antara tenaga kerja dan pengusaha yang terjadi setelah diadakannya perjanjian kerja. Pada perjanjian kerja, tenaga kerja menyatakan kesanggupannya bekerja pada pengusaha dengan menerima upah sedangkan pengusaha menyatakan kesanggupannya memperkerjakan tenaga kerja dengan membayar upah. Pemutusan hubungan kerja (PHK) adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja dan perusahaan. Sistem pemberhentian kerja atau pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terdapat di pertamina petrochina east java ada tiga macam yaitu:
a. Pemutusan hubungan kerja karena kesalahan berat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
b. Pemutusan hubungan kerja karena pekerja mengundurkan diri atas kemauan diri sendiri.
c. Pemutusan hubungan kerja karena melanggar kedisiplinan kerja selama tiga kali berturut-turut misalnya tidak melaksanakan tugasnya, yang dikualifikasikan mengundurkan diri.
Pemutusan hubungan kerja karena pelangaran disiplin kerja dikualifikasikan sebagai mengundurkan diri. Selain itu, pemberhentian kerja (pemutusan hubungan kerja) dapat juga berdasarkan keinginan perusahaan. Ada beberapa alasan yang menyebabkan perusahaan ingin melakukan pemutusan hubungan kerja dengan tenaga kerjanya, misalnya tenaga kerja tersebut tidak mampu mengerjakan pekerjaannya, perilaku dan kedisiplinan yang kurang baik, dan melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Pemutusan hubungan kerja dapat juga dilakukan apabila pekerja melakukan kesalahan berat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Contohnya adalah apabila pekerja melakukan perbuatan asusila di lingkungan kerja, melakukan penipuan, pencurian, atau pengelapan uang milik perusahaan, yang mana hal tersebut adalah melanggar hukum yang berlaku di dalam negeri
VI. PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java (JOB P-PEJ) adalah salah satu perusahaan kontaktor minyak dan gas bumi (Migas. Proses produksi di CPA meliputi 4 proses utama yakni Early Production System (EPS), Oil Handling, Gas Handling dan Water Handling . Mesin-mesin yang digunakan beroperasi dalam semi otomatis. Perawatan mesin terbagi menjadi preventif maintenance dan major maintanace. Tata letak fasilitas produksi adalah hybrid layout.. Sanitasi meliputi mesin dan peralatan, bangunan dan tenaga kerja. Limbah yang dihasilkan digolongkan menjadi Air terproduksi, Cair domestik, padat domestik, padat operasi produksi dan gas. Saluran pemasaran termasuk dalam tipe Zero Level Channel yang menunjukkan bahwa tidak ada pedagang perantara dalam kegiatan pemasaran.
Manajemen sumber daya manusia di Pertamina Petrochina East Java meliputi perencanaan, rekrutmen, seleksi, pelatihan, pengembangan, penilaian prestasi kerja, kompensasi, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), dan pemberhentian kerja sumber daya manusia). Struktur organisasi yang digunakan adalah struktur organisasi fungsional dengan tenaga kerja berjumlah 1271 orang
6.2 Saran
Saran yang dapat diberikan untuk perbaikan manajemen sumber daya manusia di Pertamina Petrochina East Java adalah diperlukannya komunikasi yang baik dalam melakukan pekerjaan antara semua tenaga kerja. Hal ini bertujuan agar koordinasi antar sumber daya manusia dalam pekerjaan lancar sehingga target yang direncanakan dapat tercapai.
DAFTAR PUSTAKA
Cant, M. C. 2009. Marketing Management 5th Edition. Juta and Company. Cape Town
Fauzi. 2007. Aplikasi Excel dalam Aspek Kuantitatif Manajemen Sumber Daya Manusia. Elex Media Komputindo. Jakarta.
Hasibuan, M. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Akasara. Jakarta
Jaka, Nur. 2009. Intisari Ekonomi. Gramedia. Jakarta.
Kristanto, P. 2002. Ekologi Industri. Penerbit Andi. Yogyakarta.
Mathis, Robert L and Jackson, John H. 2002. Manajemen sumber daya manusia. Penerjemah Jimmy Sadeli dan Bayu Prawira Hie. Salemba Empat. Jakarta
Prayitno E. 2006. Kimia Minyak Bumi dan Hidrokarbon. Plaju : PT Pertamina.
Purnomo, H. 2004. Perencanaan dan Perancangan Fasilitas. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Rahayu, S. Setyowati. 2009. Limbah Padat. http://www.chem-istry.org/materi_kimia/kimia-industri/limbah-padat/. Tanggal 01 Februari 2013
Ridley, J. 2004. Ikhtisar Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Erlangga. Jakarta.
Ruky, Achmad. 2006.Sistem Manajemen Kerja. Pt. Gramedia. Jakarta.
Siagian,S.P. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara. Jakarta
Simamora,H. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN. Yogyakarta
Sirait, Justine. 2006. Memahami Aspek- Aspek Pengelolahan Sumber Daya Manusia dalam Organisasi. Grasindo. Jakarta
Subagyo, A. 2007. Studi Kelayakan. PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Jakarta
Sutjipto, B. W. 2002. Paradigma Baru Manajeman Sumber Daya Manusia. Amara Book. Yogyakarta.
Umar, Husein. 2005. Riset Sumber Daya Manusia. PT.Gramedia. Jakarta
Widyawati, 2002. Higiene Sanitasi Umum dan Perhotelan. Grasindo. Jakarta
Wignjosoebroto, S. 2003. Tata Letak Pabrik dan Penanganan Bahan. Institut Teknologi Sepuluh November. Surabaya.
.
Lampiran 1. Peta Wilayah Kerja Perusahaan Pertamina Petrochina East Java

|
|
|
|
Lampiran 2. Struktur Organisasi Perusahaan Pertamina Petrochina East Java 

Sumber: JOB P-PEJ (2013)
Lampiran 3. Tugas dan Tanggungajawab Tenaga Kerja Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java (JOB P-PEJ)
No | Nama | Tugas dan Tanggungjawab |
1 | Management | Bertanggung jawab atas kelancaran operasional pabrik secara keseluruhan (mengoordinasi aktivitas pabrik, mulai penerimaan TBS, mengolah TBS menjadi CPO dan Kernel dengan rendemen yang tinggi, penyimpanan dan pengiriman hasil produksi CPO dan Kernel). |
2 | Field Administration Departmen | Departemen ini dipimpin oleh seorang Suoerintendent Yang bertugas untuk membantu Field Manager dalam menagnani bidang administrasi dan pelayanan (servis) yang diperlukan untuk mencapai tujuan opersi secara efektif dan akurat.Field Administration Superintendent juga bertugas dalam hal perencanaan dan pengorganisasian semua fungsi atau aspek yang berada dibawah pengawasannya. Membuat program kerja, budget dan melakukan kontrol terhadap pelaksanaan prosedur semua seksi yang ada dibawahnya. Menjaga hubungan baik dengan pemerintah daerah setempat dan pertamina untuk melancarkan jalannya operasi perusahaan. Mengkoordinasi penyediaan general service terutama dalam bidang mobilitas personil dan barang dalam menunjang opersi. Mengkoordinir kegiatan traning dan pengawasan terhadap rekruitmen karyawan non staff. |
a. Accounting Section | Seksi departmen ini dipimpin oleh seorang Supervisor yang bertugas untuk membantu Field Administration Departmen dalam menangani masalah keuangan operational perusahan dan pencatatan semua transaksi yang terjadi selama kegiatan opersaional perusahaan. | |
b. Cost Control Section | Seksi departmen ini dipimpin oleh seorang Supervisor yang bertugas untuk membantu Field Administration Departmen dalam menangani masalah anggaran, pengendalian biaya, dan alokasi biaya agar sesuai atau tidak terlalu melebar dari anggaran yang telah ditentukan | |
c. HRD Section | Seksi departemen ini dipimpin oleh seorang Supervisor yang bertugas untuk membantu Field Administration Departement dalam menangani masalah karyawan dan sumber daya manusia dalam perusahaan | |
d. General Admin And Services Section | Seksi departemen ini dipimpin oleh seorang Supervisor yang bertugas untuk membantu Field Administration Department dalam menagani masalah pelayanan dan administrasi secara umum yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dan menagani masalh tender dan proses kerjasama dengan rekan kerja dalam memenuhi kebutuhan jasa (Service) maupun barang (material). | |
e. Public Relation & LC (Land Condemnation) Section | Seksi departmen ini dipimpin oleh seorang Supervisor yang bertugas untuk membantu Field Administration Department dalam menangani masalah hubungan dengan masyarakat sekitas dan pemerintah untuk menjaga hubungan baik antara perusahaan dengan pihak yang berkepentingan (Stakeholder). LC (Land Condemnation) bertanggung jawab untuk menangani masalah pembebasan dan sewa guna tanah | |
f. Material And Logistic Section | Seksi departmen ini dipimpin oleh seorang Supervisor yang bertugas untuk membantu Field Administration Department dalam menangani maslah pembelian dan penyediaan barang dan logistik yang dibutuhkan oleh setiap departmen didalam perusahaan. | |
g. ICT (Information and Communication Technologies) Section | Seksi departmen ini dipimpin oleh seorang supervisor yang bertugas dalam menagani masalah teknologi informasi dan komunikasi yang digunkan dalam perusahaan. Memastikan bahwa peralatan teknologi yang digunakan dalam perusahaan. Memastikan bahwa peralatan teknologi yang digunakan oleh perusahaan tidak mengalami masalah. | |
h. Surabaya Office Section | Seksi departmen ini dipimpin oleh seorang supervisor yang bertugas untuk membantu Field Administration Departmen dalam menangani masalah pertemuan (Meeting), penginapan dan transportasi yang menyangkut tiket pesawat untuk mempermudah perusahaan dalam melakukan pertemuan dan perjalanan kerluar negeri | |
i. Security Section | Seksi departmen ini dipimpin oleh seorang Supervisor yang bertugas untuk membantu Field Administration Department dalam menangani masalah keamanan, ketertiban dan kenyamanan dari ancaman dan gangguan pada seluruh area yang menjadi wilayah operasional perusahaan | |
3. | Field Operation Departmen | Departmen ini dipimpin oleh seorang Superintendent yang bertugas untuk menjalankan dan memonitor bagian operasi produksi di lapangan, menyiapkan laporan produksi dan menjaga keselamatan kerja pada proses operasi produksi di lapangan, menyiapkan laporan produksi dan menjaga keselamatan kerja. Melatih dan mengembangkan para karyawan operasi, memonitor korosi dan penggunakan bahan kimia serta melakukan penyelidikan atas semua kecelakaan dan menyusun laproannya juga merupakan tanggung jawabnya.Field Operating Superintendent juga bertindak sebagai wakil Field Manager disaat yang bersangkutan tidak ditempat. |
a. Engineering | Departmen ini dipimpin oleh seorang Superintendent yang bertindak sebagai penasihat profesional yang terkait dengan aspek ladang minyak dan melaporkan langsung kepada Field Operational Superintendent . Bertanggung Jawab untuk menganalisis data lapangan, penyusunan dan penyajian laporan khusus yang berhubungan dengan semua aspek teknik produksi. Untuk mendukung tingkat produksi, serta untuk menyediakan informasi yang akurat dan rekomendasi mengenai kondisi dan kareakteristik berdasarkan engineering Analysis | |
b. Marine terminal | Departmen ini dipimpin oleh Superintendent yang bertugas untuk melapor dan mendukung kelancaran operasi, perawatan, perbaikan, dan perencanaan melalui Field Manager. Mengatur dan memastikan keberadaan Tuban Marine Terminal dan aman terhadap kecelakaan manusia dan tidak mencemari lingkungan serta melindungi harta benda perusahaan untuk menjaga kelancaran proses penerimaan minyak mentah (Crude Oil) dari Central Processing Area (CPA) dan penyerahan minyak mentah untuk ekspor maupun domestik serta menjaga kualitas minyak mentah. Mendukung semua kebijaksanaan perusahaan secara konsisten. | |
c. Production | Departmen ini dipimpin oleh seorang Superintendent yang bertanggung jawab untuk pengawasan, koordinasi dan kontrol semua kegiatan produksi diarea yagn telah ditentukan. Luas pekerjaan yang ditangani meliputi pengamanan dari produksi minyak, prolehan minyak, peralatan selama berproduksi serta pengaruh terhadap lingkungan sekitar. Melaporkan langsung ke Field Operation Superintendent., bertanggung jawab pada pelaksanaan program pekerjaan produksi didalam area yang telah ditentukan | |
d. Construction & Maintenance | Departmen ini dikepalai oleh seorang Superintendent yang bertanggung jawab atas supervisi, koordinasi dan kontrol semua aspek pembangunan dan kegiatan pemeliharaan. Lingkup pekerjaan termasuk memberikan dukungan yang optimal bagi pemeliharaan peralatan, penjadwalan, dan melaksanakan program pemeliharaan perdiktif dan preventif untuk fasilitas pelayanan dan pemeliharaan peralatan yang optimal. Kegiatan cunstruction berhubungan dengan proyek yang mempunyai durasi waktu yang relatif singkat dan biaya yang rendah. Bertanggung jawab langsung kepada Field Operation Superintendent | |
4. | Health, Safety and Environmental Development | Departmen ini dikepalai oleh seorang Superintendent yang bertugas untuk mengatur, mengawasi, dan berkoordinasi dengan departmen lain untuk mencegah atau mengurangi terjadinnya kerugian. Yang berwawasan lingkungan serta mengatur aktifitas untuk mencegah kebakaran, keselamatan kerja, serta lingkungan yang baik. Menyiapakan budget serta pengawasan terhadap pengeluarannya.Memastikan terjadinya PPD (Peralatan Perlindungan Diri) yang diminta oleh seluruh karyawan. Mengkoordinir penerapan rencana yang dibuat, prosedur, dan peraturan perusahaan yang berhubungan dengan kebakaran, keselamatan kerja dan lingkungan |
a. Medical | Seksi bagian departmen ini dipimpin oleh seorang Supervisor yang bertugas untuk membantu HSE Superintendent untuk menangani masalah kesehatan dan pengobatan bagi karyawan yang membutuhkan pelayanaan kesehatan. | |
b. H2S | Seksi bagian departmen ini dipimpin oleh seorang supervisor yang bertugas untuk membantu HSE yang berbahaya bagi manusia untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kerugian yang disebabkan karena terjadi kebocoran pada area pengeboran dan produksi | |
c. Fire Safety | Seksi bagian departemen ini dipimpin oleh seorang Supervisor yang bertugas untuk membantu HSE Superintendent untuk menangani masalah keselamatan dan penanganan terjadinya kebakaran pada area perusahaan juga bertujuan untuk mencegah dan mengurangi resiko terjadinya kebakaran | |
d. Environment | Seksi bagian departmen ini dipimpin oleh seorang supervisor yang bertugas untuk membantu HSE Suoerintendent untuk menangani masalah lingkungan yang berhubungan dengan pencemaran, monitoring parameter lingkungan sekitar perusahaan, mencanagkan dan mengadakan progaram daur ulang limbah dan penghijauan serta menyiapkan dan memantau pelaksanaan kajian mengenai lingkungan. |
Sumber: JOB P-PEJ (2013)
2 komentar:
bolehkan minta cpnya perusahaan ini kirim di FFergusan@gmail.com
Boleh minta cp nya job petrochina nggak? Buat pkl urgent
Posting Komentar